Capres Cawapres: Membesarkan Hati

Setelah lama ditunggu, akhirnya capres dan cawapres berhasil diumumkan. Jika pada saat-saat sebelumnya para calon terkesan akan menjadi tiga atau empat kontestan,  tetapi lalu Partai Demokrat dan Partai Golkar tidak menampilkan calonnya, hingga calon presiden dan wakil presiden yang maju tinggal dua pasang.

Pasangan Pertama, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. H Prabowo adalah ketua dewan pembina Partai Gerindera, yang sudah sedemikian rupa tampil menyiapkan diri untuk maju menjadi calon presiden Republik Indonesia. Sedang Ir H Hatta Rajasa adalah calon wapres, yang berasal dari PAN. Dia Ketua Umum PAN, yang oleh partai diajukan sebagai calon wakil presiden Republik Indonesia.

Pasangan Kedua, Joko Widodo dan Yusuf Kalla. Ir. H. Joko widodo, yang sering dipendekkan dengan Jokowi dinobatkan menjadi capres dari PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), sementara Drs. H. Yusuf Kalla (yang dulu berasal dari Ketua Umum Golkar) tidak dicalonkan secara resmi oleh Golkar, tetapi kelihatannya diproses atas “inspirasi” banyak pihak, termasuk dari Partai Nasdem.

Kedua kontestan di atas tentu telah mengkristalkan dirinya dalam dua kubu, di samping ada juga yang berkoalisi. Dua kubu yang berkoalisi adalah Pasangan Capres Cawapres I, didukung Partai Gerindera, PAN, PPP, PKS, dan Partai Golkar, sedangkan Pasangan Capres Cawapres II didukung oleh PDIP, PKB, Nasdem, dan HANURA.

Sejauh ini, baik pasangan capres cawapres pertama maupun kedua sama-sama tokoh Indonesia yang tidak diragukan lagi untuk membawa Indonesia ini maju dan bermasa  depan. Maklum, Indonesia sebenarnya bukan negara yang ecek-ecek. Negara ini sudah  lama memakan garam, berjuang untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan kolonial, baik dari kalangan Eropa maupun Asia Timur Raya.

Negara ini kaya dengan modal alam, modal fisik, dan modal modal sosialnya. Namun, sangat menantangnya: kenapa kita kok tertinggal dari segi modal finansial-nya.

Yang mesti diingat, akhir-akhir ini tanda-tanda kebangkitan modal finansial di negeri ini diam-diam tapi pasti sudah merangkak naik. Hanya pada masa berkuasa SBY di Jilid Ke-2, banyak oknum pejabat termasuk pejabat pajak melakukan tindakan a-moral. Mereka melakukan korupsi dengan tanpa malu di negaranya sendiri, padahal merekalah yang menangani kebijakan untuk negara ini.

Yang penting: Selamat Bapak Calon Presiden dan Wakil Presiden. Siapa pun nanti yang menang, ataupun yang nanti ternyata kalah — I LOVE YOU. I hope you can give us something important to our contry Indonesia. Anda tetap punya prestasi, yang semoga tetap menjadi orang yang tinggi martabatnya (Erfan S).

1206

1,206 thoughts on “Capres Cawapres: Membesarkan Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *