Naik Derajat: Setelah Biasa Melakukan Tiga Hal

Sungguh tidak mudah dilupakan ungkapan guru-guru kita, yang dipetik dari ajaran agama Islam. Bahwa seseorang akan naik derajat karena tiga hal. Pertama, karena memiliki dan menguasai ilmu pengetahuan. Kedua, Karena akhlak (integritas) yang biasa dikakukan. Dan ketiga, karena sudah selalu membuang jauh-jauh sikap malas dalam dirinya (Erfan Subahar).

Ungkapan Hikmiah Ke-38

381- Membimbing salat murid secara fungsional adalah tugas kolektif. Karena salat yang fokus menghadap diri rukhan wa jasadan ke Baitullah itu tidak cukup dengan hanya penanganan guru yang jam tugasnya terbatas di sekolah, hingga perlu kiprah orang tua, teman dekat, dan yang lain, yang tulus berjuang di jalan Allah  (Erfan Subahar). 382- Membangun kesejahteraan ekonomi dan kehidupan umat mesti disejajarkan […]

Ungkapan Hikmiah Ke-37

371- Mendudukkan anak di pelaminan berarti menjadikan anak resmi dalam keluarga baru. Momennya adalah wahana bersedekah atas nama keluarga, atau forum sedekahan agar keluarga baru sehat, sejahtara, bahagia, bukan forum mencari untung sekalipun dikemas dalam acara ngunduh mantu (Erfan S). 372- Hidup benar-benar eksis bila melalui tiga tahap. Berawal dari iman mantap yang berproses dalam takwallah, melakukan disiplin harian secara […]

Ungkapan Hikmiah Ke-36

361- Sikap adalah perbuatan yang berdasar pada pendirian dan keyakinan. Maka sikap muslim yang ideal adalah tampilan akhlak karimah dan rasa kasih bagi sesama sebagai cermin dari rahmat bagi hidup maslahat di alam semesta (Erfan S). 362- Sikap muslim yang mesti tercermin dari pandangan hidup yang diyakininya cukup banyak, antara lain adalah jujur, disiplin, tekun, bertanggung jawab, sabar, tenang, dan […]

Ungkapan Hikmiah Ke-35

351- Mengikuti pelatihan adalah cara yang membuat hidup terus berkembang. Baik yang dikemas dalam acara workshop, atau pelatihan menulis artikel, menulis jurnal, atau latihan interpreneurship,PLPG, semua berguna bagi upaya pengembangan diri ke depan (Erfan S, 21-8-2014).352- Mengikuti pelatihan akan bermuara dua keadaan, berkembang atau stagnan. Perkembangan selalu berangkat dari tekad kuat mengubah diri dengan kesadaran, sedang stagnan akibat suka memannjakan […]

Ungkapan Hikmiah Ke-34

341- Meniru jejak Rasul saw dalam menggalang kerjasama antar penganut agama yang berbeda  bisa dilakukan di masa sekarang. Di kota Semarang forum kerjasama itu digalang dalam wadah Petamas, kependekatan dari Pemerintah,  Tokoh Agama, dan Masyarakat (Erfan S,  11-8-2014). 342- ‘Alaikum bi Sawadzil a’zham di masa sekarang, bisa saja adalah para ulama Indonesia; kita-kita ini. Pernyataan K.H. Mustafa Bisri itu saya […]

Ungkapan Hikmiah Ke-33

331- Kemampuan berprestasi tingkat dunia dari Indonesia nyaris tanapa batas. Pada bulan Ramadhan tahun 2014 ini kita dikejutkan oleh Musa, anak usia 5,5 tahun yang hafal Al-Qur’an 5 lembar sehari. Kemampuan hafalnya menyaingi Imam al-Syafi’i (Erfan S, 1-8-2014). 332- Nanda Rasyid adalah anak Indonesia yang secara autodidak menguasai Qiraah para Imam besar Timur Tengah. Reputasinya yang mendunia layak diapresiasi dengan […]

Ungkapan Hikmiah Ke-32

321- Pemahaman luas tentang nafsu, mestinya membuat bijak di pengendalian. Nafsu amarah dan lawwamah dikendalikan dengan melawan gejolak negatifnya. Sedang nafsu mulhimah, mutmainnah, radiyah, mardiyah dan kamilah dengan memberdayakannya (Erfan S, 22-7-2014). 322- Kita punya dua nafsu yang mesti dikendalikan dengan melawan dan tidak memberi kesempatan baginya berkembang dalam diri, agar kita selamat dari geliat buruknya yaitu nafsu amarah dan […]

Ungkapan Hikmiah Ke-31

311- Begitu nafsu kamilah sudah merasuk dalam diri, maka perilaku musyahadah telah dilakukannya, sehingga Tuhan lalu menganugerahkan banyak linuwih dari kemampuan musyahadah billah bagi dirinya di dunia sekarang dan di akhirat yang akan datang (Erfan S, 12-7-2014). 312- Ada dua Nabi teladan bagi kita yang kepadanya selalu diucapkan shalawat di dalam shalat kita  yang untuk itu kenangan umat disematkan oleh […]

Ungkapan Hikmiah Ke-30

301- Agak mengagetkan memang suatu ungkapan bahwa tidak semua nafsu mesti dilawan atau diperangi. Namun, begitu kita teliti dari Al-Qur’an, ternyata nafsu yang mesti dilawan terus hanya dua; nafsu amarah dan nafsu lawwamah, karena lima nafsu yang lain tidak cenderung ke kejalekan (Erfan S, 2-7-2014). 302- Nafsu yang mesti dilawan terus termasuk oleh orang yang berpuasa adalah nafsu amarah dan […]