Islam Menarik Dilihat dari Pelbagai Sudut Pandang

Islam seperti banyak dibaca dari tulisan para ahli adalah suatu yang seksi. Artinya Islam itu memiliki kekayaan daya tarik diri untuk untuk dilihat dan diamati dari pelbagai pola. Dan tentu atau pasti jika ia dilihat dari sudut yang berbeda maka hasilnya pasti tidak akan sama.

 

Kaya Muatan

Dari situ Islam maka dapat dimengerti bahwa Islam  kaya muatan, karena tergantung dari sisi atau sudut mana ia akan dilihat. Bisa saja dilihat misalnya, Islam itu dari sisi hakikat ajaran. Bisa juga ia dilihat dari kontak kultural . Bisa dilihat juga dari konteks politik dalam artian sempit seperti sudut perang, pergantian sosok kepemimpinan sahabat. Dari sudut pemikiran atau profilnya. Dan bisa dari sudut lain, yang tentu masih masih banyak.

Pada kebanyakan pengamat inner melihat Islam dari sudut teologis atau sudut hakikat. Maka ini melihat Islam dari sudut apa kata sumber ajaran spt Quran dan hadis. Umum pencera mah bisa memandang spt ini. Karena dalilnya tinggal nyari di Quran dan hadis. Akan tetapi krn Islam itu tdk hanya bisa dilihat dari sudut hakikat ini. Maka tentu tdk boleh disalahkan, jika misalnya Islam dilihat dari sudut kultural spt dalam pengamalan di kalangan sdr kita Muhammadiyah atau di NU atau di Eropah sana atau Amerika sana atau di Australia sana. Ini tentu saja beda. Karena kt dpt melihatnya dari sudut beda; yakni tdk hanya dari sudut hakikat, ya itu tdk apa2 Bapak. Ilmu ttg Islam itu begitu kaya, krn bisa dilihat dari sudut berbeda ini.

Di kalangan mereka yg sdh studi S2 dan S3 atau yg sdh melihat Islam dari sudut yang tidak sama ini tdk merasa geli melihat Islam dari sisi atau sudut yg beda itu. Ya tdk spt awal yg apa2 harus dilihat seragam, krn langsung mesti hrs dilihat dr sudut teologis atau hakikat.

Menurut hemat saya kok boleh2 saja Islam itu dilihat dari sudu2nya yg beda itu. Spt Islam di kalangan masyarakat Arab atau Islam Arab. Islam berkemajuan dr saudara muhammadiyah atau Islam di Turki. Atau Islam Nusantara, yg melihat Islam dari sudut dakwah atau kultural, yg mudah diterima yg disebar oleh para walisongo di Jawa. Dll.

Di situlah makna, banyak khazanah. Akhirnya, kita ini bisa memiliki sudut pandang beda tapi kita ini tetap bersaudara.

Suatu ketika, walau skrg masih sering dilihat spt apa… Tp dalam jangka panjang, sudut pandang spt tsb itulah yg mudsh diterima di dunia global.

Begitu antara lain yang mudah-mudahan uraian ini bisa memperjelas kepada kita, sehingga tidak akan keliru untuk melihat kehebatan Islam [Erfan Subahar]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *