Melakukan Salat Istisqa’ Bersama Masyarakat di Kedung Pane Mijen Kota Semarang

Kondisi kota Semarang pada akhir-akhir ini tidak sebagaimana biasa. Jika pada hari-hari biasa kondisi hawa tidak sampai 30 derajat, pada akhir-akhir ini cuaca sering naik kepanasannya hingga 36 derajat dan kadang lebih. Cuaca Semarang terasa Gerah, demikian biasa disebut.

Panas agar tidak kebakaran
Dalam kondisi coaca yang begitu panas tentu bisa terjadi hal-hal yang tidak seperti biasanya. Daun-daun dan rerumputan yang biasa tampak menghijau, tiba-tiba berubah warna jadi menguning. Ketika menatap pepohonan dan rerumputan, penglihatan seperti mengalami lain dari ketika melihat daun-daun dari yang  sebelumnya.
Nah, ayat-ayat pertanda apakah ini semua, sehingga penglihatan kita menjadi tidak begitu tertarik ketika menyimaknya namun sering membuat penasaran untuk menjawabnya. Ayat-ayat kauniyah di alam semesta, sangat menantang kita untuk membacanya secara cerdas dan lebih cerdas lagi.
Kondisi sejak bulan September 2023 yang jika dilihat dari pengalaman biasanya sudah mulai turun hujan, namun hingga awal oktober 2023 yang mestinya sudah turun hujan tetapi ternyata belum juga keturunan hujan. Di sinilah,kondisi sangat mendesak untuk melakukan pembacaan cuaca ke melakukan langkah-langkah nyata hingga yang termasuk seperti langka sekalipun.

Inisiatif Salat Istisqa’
Salat istisqa’ dibanding salat-salat lainnya terbilang langka untuk dilaksanakan. Mengapa? Sekalipun ini dilaksanakan jika kondisi hujan tidak turun, selagi ikhtiar lain bisa dilakukan mengatasi kondisi kekurangan air. Biasanya cara lain yang dilakukan lebih dahulu. Entah hujan buatan. Entah nyari suplai air dari tempat lain untuk dikirimkan ke tempat yang memerlukan. Atau melalui aliran pipa dari tempat yang jauh yang memungkinkan cara-cara lain dilakukan.
Namun, dalam kondisi yang tidak dimungkinkan dalam waktu cepat sepanjang bisa dicobakan, maka percobaan dengan melalui salat perlulah dilakukan. Akhirnya, salat yang langka pun dicobanya siapa tahu dapat anugerah dengan melakukannya. Sejumlah inisiatip menguat, dan jalan melakukan istisqa’ akhir- nya menguat untuk diambil langkah menunaikannya.

Di Kedung Pane, Dekat TPA
Desakan untuk mengambil Langkah-langkah konkret menunaikan salat istisqa’ akhirnya sukar dibendung. Cuaca panas atau tidak nyaman dirasakan yang sudah terasa dimana-mana yang dirasakan oleh umat manusia dan makhluk lain yang meminta kita untuk melakukan langkah-langkah yang membuat nyamannya kehidupan.
Beberapa usul yang memunculkan akhirnya bermunculan akhirnya diproses menjadi kenyataan yang dilaksanakan. Dan tidak lama setelah kondisi letikan api, membuat terbakarnya tempat pembuangan akhir sampah yang dapat mengganggu kenyama nan warga sekitar dirasakan oleh penghuni daerah sekitar, yang tidak jauh dari kota Semarang itu. Dan diantara tempat yang mempermudah berkumpulnya penghuni yang dekat dengan TPA yang ada di Kecamatan Mijen adalah Kelurahan Kedungpane. Maka di Kelurahan Kedung Pane Kecamatan Mijen Kota Semaranglah salat istisqa’ itu akhirnya dilaksanakan (Erfan Subahar).

7228

7,228 thoughts on “Melakukan Salat Istisqa’ Bersama Masyarakat di Kedung Pane Mijen Kota Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *