Mengawali Aktivitas Periodik Kehidupan dari Akhir, Mungkinkah?

Pada era dimana dunia sudah benar-benar mengglobal, banyak hal dapat-dicoba-dan-bisa. Apa yang pada era-era sebelumnya tidak bisa dilakukan, ternyata pada era ini setelah dicoba dapat kita lakukan. Dan ternyata, di banding masa-masa sebelumnya, di era sekarang sudah demikian banyak hal yang menjadi penyebab yang benar-benar di luar dugaan, yaitu media atau alat komunikasi. Jika dahulu alat komunikasi tercanggihnya hanya telpon genggam yang informasi mengalir melalui kabel, sekarang selain bisa dengan telpon, televisi, juga antara lain adalah dengan handphone atau tablet dengan segala keunggulannya sejak mengirim SMS, email, facebook, dan WA.

 

Mulai dari Awal Kegiatan

Jika dahulu apa-apa dapat dimulai dari dari awal, maka itulah yang memang tepat dilakukan pada masa itu. Karena belajar yang mudah memang dari awal, dengan pendekatan dari mudah ke yang sukar maka itulah yang menjadi pilihan. Hitungan kita mulai dari satu. Sejah tambahan, satu tambah satu dua, satu tambah dua tiga, satu tambah tiga empat, terus…. hingga satu tambah sembilan sepuluh. Perkalian juga lebih mudah; satu kali satu satu, satu kali dua dua, hingga satu kali sembilan sembilan. Atau kelipatannya satu kali sembilan sembilan, sampai satu sepuluh kali sembilan sembilan puluh. Sampai akhirnya, sepuluh kali sepuluh sama dengan seratus. Semuanya tertib dilakukan.

Apabila dalam ibadah mahdah, tertib aktivitaslah yang mesti dilakukan maka demikian pula dalam aktivitas lainnya termasuk di bidang mu’amalah dan seterusnya. Namun, sebenarnya apakah aktivitas selain ibadah mahdhah itu layak dicoba bahwa tidak memakai siasat tertib juga dapat dilakukan, dan ternyata bisa?

 

Dari Akhir ke Awal 

Kadang berhasil juga dilakukan percobaan. Misalnya, di dunia tulis menulis, penutupnya ternyata bisa dibuat dulu baru diikuti dengan bagian ketiga lalu keempat, sedang pendahuluan finalnya dibuat di akhir. Itulah misalnya, yang banyak akhir-akhir ini lakukan katika para penulis produktif menulis artikel di surat kabar. Kesimpulan tulisan mereka letakkan atau setidaknya dimulai di pendahuluan, baru dilanjutkan di bagian kategori, lalu analisis, dan penutup singkat, sambil menyempurnakan kesimpulan dan kalimat terakhir dari penutupnya maka ketika itu dibuatlah pendahuluan tulisan yang baik dan sekaligus menarik.

 

Riwayat di Akhir Hayat atau Dipeta Sejak Awal?

Dalam kehidupan, terutama di kalangan masyarakat jawa, sering cerita atau riwayat hidup itu dibaca ketika yang bersangkutan dibacakan di akhir. Itupun bagi yang tidak biasa membuat riwayat hidupnya, kadang selama hidup yang bersangkutan tidak pernah memikirkan akan seperti apakah nanti riwayat hidupnya mau dibuat.

Padahal, riwayat hidup dapat saja kita biasakan dibuat dari sejak masih kita hidup. Tidak saja di akhir itu dibuat; apalagi yang membuatnya adalah tetangga di akhir hayat kita. Misalnya, suatu kebiasaan yang sejak dulu sering diakhirkan itu, kini sudah dibuat dengan baik ketika masih awal-awal kehidupan, agar di akhir hal itu benar-benar memang bisa baik.

Laporan aktivitas sebenarnya bisa juga dicoba. Untuk mengarang buku terbaik, dibuat dulu cerita tentang targetnya itu di awal. Direncanakan, didesain, dipetakan dengan langkah-langkah yang sangat tepat agar aktivitas itu berlangsung dalam keadaan yang benar-benar lancar. Sudah tentu, hal ini tidak menutup diri dari kemungkinan berubah atau berkembang, ketika pada momentumnya hal itu memang akan dibuat terbaiknya seperti apa.

 

Dengan demikian, merancangkan akhirnya baiknya seperti apa: seperti untuk berapa lama, modelnya atau polanya akan berwujud seperti apa, tentu sah-sah saja untuk dicoba diatur secara kreatif. Karena sering terjadi, akhir yang direncanakan di awal itu, kadang ternyata berhasil secara lebih baik. Bisa jadi ini sebuah inspirasi lain dari tafsir ayat, Walal Aakhiratu Khairul Laka Minal Uulaa, ¬†jika arti aslinya ‘kehidupan di akhirat nanti adalah lebih baik dari kehidupan dunia sekarang, namun tidak keliru juga bahwa kehidupan akhir atau penutup yang baik nanti baik juga dimulai perencanaannya dengan melakukan penyiapan bekal-bekal terbaik dan terpetakan sejak masa sekarang? Dari situ, kehidupan organisasi masyarakat, organisasi sosial keagamaan, layak saja memikirkan apa yang untuk besok dipikirkan terbaik langkahnya di perjalanan dan akhir perjalanan nanti, Bismillah (Erfan S).

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *