Menghadiri Pemilu Legislatif 2014
Rakyat Indonesia akan bersama menghadiri Pemilu Legislatif besok pagi 9 April 2014. Tepatnya, kita berkesempatan hadir menyuarakan pemilihan pada hari Rabu, 9 April 2014, untuk memilih anggota dewan sesuai kecenderungan kita masing-masing. Dari penduduk tingkat RT, RW, Kelurahan, hingga Kecamatan semuanya sama berkesempatan untuk menentukan pilihan masing-masing.
Pada waktu tersebut, kita berkesempatan memilih jago kita di empat lembar kertas lebar, yang salah satunya di situ dipasang nama dan fotonya. Di kertas itu, kita berkesempatan memilih calon kita yang duduk di DPR, DPD, DPRD Provinsi (Jateng, untuk penduduk Jawa Tengah), dan DPRD Kota (Kabupaten) Semarang/lainnya.
Sehubungan dengan itu, ada baiknya kita melakukan dengan benar 4 langkah ini. Pertama, dikenali dengan betul calon-calon yang berlaga dalam Pemilu; sejak namanya, identitas lengkapnya dan rekam jejaknya, sehingga kita tidak akan salah pilih. Jangan mudah terbuai dengan hanya dengan janji-janji dan program sebelum dikenal dengan nyata siapa calon kita itu. Kedua, cek datanya hingga tiga kali siapa calon-calon kita, dan kalau sudah mantap dicatat di notes atau tempat catatan kita; bisa juga direkam di dalam HP kita. Ketiga, lakukan pengenalan lanjut tentang orang-orang yang kita jagokan, sekadar untuk mengenalinya sampai mantap. Keempat, lakukan salat istikharah mohon petunjuk Allah Swt tentang siapa dari calon kita yang lebih memantapkan hati serta diberkahi Allah Swt untuk kita pilih. Kalau sudah jelas isyaratnya maka hadirlah ke tempat pemungutan suara; masuk ke bilik suara sesuai dengan nomor panggilan, lalu coblos calon kita satu demi satu dengan benar dengan membaca Bismillah, sehingga pilihan kita benar dan diberkahi Allah Swt insya Allah (Erf).
Pada hari Rabu, 9 April 2014, saya sekeluarga pergi memilih di Bilik Suara Pemilu. Dari lembar kertas yang diterimakan kepada kita, ada satu lembar (DPD) yang lengkap nama dan gambarnya. Kesamaan dari keempat lembar kertas, semua calonnya dikelompokkan berdasar partai masing-masing yang diberi nomor dan nama calon. Bedanya, pada DPD, di situ calon disebutkan lengkap dengan fotonya.
Pada setiap lembar itulah kita dapat menyoblos pilihan kita dengan baik. Tentu, yang dalam memilihnya membawa kertas kerpekan calon yang akan dipipih, banyak terbantu dalam menyoblos, sedang yang sepenuhnya mencari calon di bilik suara sedikit lebih lamban. Kalau deredek, bisa sukar berkonsentrasi, sebab kertas suaranya cukup lebar.
Hingga di sini tentang Pemilu Legislatif di negara kita tercinta. Selamat berpemilu, pilihlah dengan mantap calon-calon kita. Kita pantang golput, karena kosong dari aktivitas itu berarti juga kosong dari pahala. Menyoblos calon kita dalam Pemilu, merupakan bagian dari ibadah yang diberi pahala oleh Allah Swt. Memilih calon kepercayaan adalah pertanda kita orang yang merdeka di negaranya sendiri (Erf).
