Mengisi Kultum Ramadhan di Baitul Huda

Mengisi kultum biasa dilakukan di berbagai majelis pada bulan Ramadhan. Mushalla, masjid, majelis taklim, juga berbagai forum lain seperti terawih keliling melaksanakan aktivitas pengajian yang disebuat dengan berbagai nama. Ada yang menyebutkan kultum, ‘kuliah tujuh menit,’ meskipun tidak mesti hanya tujuh menit. Ada yang menyebutnya kulma, ‘kuliah lima menit atau lima belas menit’. Dan banyak sebutan lain.

Waktu Penyampaian

Waktunya banyak dilakukan setelah salat tarawih, sebelum melaksanakan salat witir. Dan kalau panjang, biasanya dilaksanakan setelah salat tarawih dan witir selesai.

Di tempat saya sejak tahun 1991 dulu hingga sekarang, tetap dilaksanakan sesudah salat tarawih. Berlangsung sekitar 7-10 menit, dimulai dari malam 1 Ramadhan, dan berakhir tanggal 20 Ramadhan. Memakai penyampaian bahasa Jawa, sesuai dengan bahasa mayoritas penerima kita di Mushalla al-Huda, Beringin RT 02 RW 06.

Materi Dahulu dan Sekarang

Jika di tahun-tahun dahulu, materinya banyak dipilihkan hal-hal yang terkait dengan keimanan dan pembinaan puasa umat. Namun belakangan, sudah diperluas. Misalnya dibawa ke dalam kesadaran hidup berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara; yang berkaitan dengan negeri sekarang. Dan akhir-akhir ini, para jamaah sudah gemar mendengarkan kehidupan di negeri akhirat, sejak bagaimana kehidupan orang-orang di neraka, dan kehidupan orang-orang yang memasuki surga.

Pemikiran dan wawasan jamaah sudah sampai ke negeri akhirat, yang akan dihuninya kelak kemudian hari. Bagaimana dengan mushalla para pembaca? Selamat membagi kecerdasan kita kepada hadirin (Erfan S).

951 thoughts on “Mengisi Kultum Ramadhan di Baitul Huda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *