Muzda Sesi I: Rapat Pleno Pengurus MUI Kota Semarang di Hotel Puri Golden

Pada hari Jum’at 18 Desember 2020 ini, saya hadir di dua acara yang hukumnya wajib dihadiri. Pertama, hadir di majelis komunitas muslim sebagai khatib sekaligus imam dalam acara ibadah salat Jum’at di Masjid Al-Ikhlas Perumahan PRPP Semarang. Kedua, hadir selaku Ketua Umum MUI Kota Semarang wajib hadir di rapat pleno dan sekaligus Muzda I MUI Kota Semarang yang pada bulan Desember 2020 ini sudah memasuki pengabdian kami untuk tahun yang kelima. Pada rapat ini saya memang wajib datang untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan dalam kepengurusan yang sudah ditangani selama lima tahun berjalan, baik berkenaan dengan program yang dilaksanakan maupun kondisi keuangan yang digunakan.

Topik Realisasi Iman kepada yang Ghaib

Pada saat berkhutbah di Masjid al-Ikhlas yang suasananya memakai protokol kesihatan yang ketat, saya secara khusus menyampaikan topik: pola-pola keimanan kepada yang gaib yang sejauh ini dapat dikenali, sejalan dengan makna gaib yang semakin lama semakin jelas ditangkap sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat.
Gaib, sebagaimana yang disebut dalam surah al-Baqarah dalam kategori pertama adalah berarti yang tidak tampak dengan penglihatan sekarang tetapi yang pengaruhnya begitu jelas dirasakan dengan bahasa hati berdasar petunjuk wahyu Ilahi. Iman kepada Allah Swt sebagai sang Pencipta, iman kepada para Malaikat, iman kepada kitab-kitab dan shuhuf-shuhuf terdahulu, adalah bentuk keimanan dalam kategori yang pertama ini. Kita semua belum waktunya melihat saat ini akan bukti riil dari isi petunjuk al-Quran berkenaan dengan ini, yang pada waktunya tersendiri nanti kita akan dapat membuktikan hal itu insya Allah.
Namun, berkenaan dengan kategori yang kedua adalah yang memiliki arti atau makna tersembunyi atau tidak nyata, yang tentu ini wajib kita imani, yang pola-polanya berbeda dengan kategori yang pertama. Misalkan, adanya angin jelas tidak tampak dengan mata, tetapi dewasa ini dengan kemajuan IPTEK sudah begitu mudah ditangkap dengan di pemahaman manusia pada umumnya dengan menggunaan alat kipas dan AC untuk disebarkan di rata-rata ruangan kita. Tentu, udara yang saat ini berhembus dari lisan atau hidup yang terasa ketika kita memakai masker, atau udara dari jalan belakang kita yang tertiup pada saat kita ngentuk, begitu mudah kita buktikan keberadaannya.

Rapat Pleno: Pertanggungjawaban Pertama

Pada rapat pleno MUI Kota Semarang, yang kali ini dihadiri oleh para pengurus MUI Kota Semarang yang hingga lima tahunan mereka melakukan pengabdian aktif, terlihat para pengurus sama hadir memenuhi undangan.
Acara yang berlangsung setelah melakukan salat zhuhur dan makan siang itu, berlangsung dalam keakraban namun tetap diwarnai dengan berpikir kritis dan membicarakan hal-hal yang dipertanggung jawabkan dengan optimal. Acara ini berlangsung hingga pukul 16.00 sore hari.
Seperti yang sebelumnya sudah disepakati, pada kesempatan rapat ini, para peserta mendapatkan tiga buku penting yaitu: Pertama, buku Musyawarah Daerah MUSDA IX MUI Kota Semarang; Kedua, mendapatkan buku naskah khutbah seri Menciptakan Umat Bermartabat dan Menjalin Ukhuwah Islamiyah.  Dan ketiga, buku  Keutamaan Ilmu dan Membangun Kehidupan Islami.
Dari penyampaian laporan dari apa yang kita bersama sudah melaksanakannya itu dapat diketahui bersama tentang seberapa maksimal dari apa yang dapat dilaksanakan dari keseluruhan aktivitas kita.
Dari situ pula, dapat dipahami mengenai gambaran pengurus dan siapa orang nomor satu dan sekretarisnya yang seyogyanya akan dipilih untuk lima tahun ke depan. Dengan rapat pleno, yang sama beroleh pencerahan diri itu dapat dimengengerti bersama apabila forum diam-diam sudah mengerti siapa yang sebaiknya akan memimpin MUI ini untuk periode 2020-2025. Pada umumnya dari peserta rapat dapat menahan, namun siapa yang akan kuat melarang akan diuangkapkannya sikap bersama dimana didepan mereka sudah begitu kuat tercetusnya siapa figur yang suka dipilihnya.
Pembaca, saya kira sudah mengerti logika dari arah kesimpulan kalimat inin ……

Demikianlah, maka hari Jum’at  ini rapat pleno pengurus MUI yang tak lain dari MUSDA I dapat diakhiri pada pukul 16.00 yang ditutup dengan pembacaan doa masing-masing; oleh Drs KH Mustam Aji, MM, Ketua II MUI Kota, lalu oleh Drs KH Fachrurrozi, MAg., Komisi Dakwah, dari pengurus MUI Kota Semarang (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: