Para Alim: Bisa dari Arab, Indonesia, dan Pelbagai Kawasan Dunia

 

Para alim atau ulama adalah mereka yang memiliki penguasaan di bidang keilmuan.  Karena menyangkut penguasaan sesuatu bidang ilmu, maka penguasaan bidang itu bukan monopoli sesuatu bangsa. Ia bisa saja dimiliki oleh orang Arab, atau orang Ibdonesia, atau orang India, atau bangsa apapun yang berjuang untuk mencari dan menyebarkan ilmunya dimana pun.

Dr. Mahmud Said Mamduh, misalnya menyampaikan bahwa ulama tidak bisa hanya terbatas dari kalangan Arab, siapa saja dapat menjadi ulama jika berusaha, sebagaimana hal ini disampaikan di majelis pembacaan kitab Sunan Abu Dawud di Majelis Ilmu di gedung yang beliau miliki yang terletak di bilangan Nasr City Kairo. Selanjutnya menurut ulama hadis ini ilmu tidak ada hubungannya dengan Arab atau non Arab, barang siapa berusaha maka siapapun bisa menjadi ulama. Dan tidak ada jaminan juga orang Arab menjadi ulama.

Ulama Hadits Mesir: Ulama Tidak Dibatasi Hanya dari Arab

“Saya melihat para ulama Nusantara di Makkah, mereka menulis syarh, hasyiyah dan taqrirat serta nadham ilmu”, ungkap ulama yang memiliki sekitar 60 karya ini.

Tokoh yang berguru kepada Syeikh Yasin ini juga menyampaikan bahwa para ulama India juga memiliki kelebihan. Beliau mensyarahi kitab-kitab hadis dan mempertahankan madzhab Hanafi dengan keilmuan. Telah mengambil peran ini dua madrasah besar di India yakni Deoband dan Sharanfur (hidayatullah.com).

Dengan begitu jelas, Indonesia atau negara Islam lainnya, berpeluang menjadi tokoh alim peringkat dunia, asalkan dengan ilmu yang mereka miliki diabdikan secara optimal kepada kemanusiaan dan peradaban (Erf)

25 thoughts on “Para Alim: Bisa dari Arab, Indonesia, dan Pelbagai Kawasan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *