Perjalanan Semobil Masa Wabah dan Harapan Perlindungan Allah

Melakukan perjalanan jauh pada dasarnya memerlukan persiapan. Selain perlu persiapan fisik, juga perlu persiapan psikhis agar sejak pergi maupun kembali lagi dari perjalanan itu berlangsung lancar, sukses dan selamat. Apatah lagi melakukan perjalanan yang berlangsung dalam kondisi pandemi, seperti dalam masa wabah covid 19 masih merebak di pelbagai belahan dunia, yang untuk situasi di tanah Jawa masih sama dalam kondisi zona merah yang nyaris hitam.

Bacaan Selama di Jalan dan Kehati-hatian
Dari sudut supir dan keselamatan perjalanan, maka di jalan selain mesti ada supir dan pendamping supir yang berjaga-jaga untuk keselamatan, juga ada bacaan yang layak untuk sama-sama dibaca oleh anggota perjalanan. Kebiasaan membawa dzikir dan doa sebelum bepergian dan ketika atau selama bepergian yang kami jalankan, maka kesepakatan itu biasa kami tanamkan kepada semua yang berjalan menuju tujuan yang disepakati bersama.

Bekal pakaian dan makanan
Karena perjalanan dilakukan di masa pandemi, maka waktu dan tempat istirahat benar-benar kami lakukan dengan sangat hati-hati. Waktu beristirahat hanya kami patok jika sudah menempun jarak sekitar 100 km dan ketika kami mesti mengisi bahan bakar kendaraan. Sementara tempatnya, kami hanya memilih tempat-tempat yang keamanannya lebih tertangani dengan baik, seperti di dekat pom bensin yang masih ada di kawasan rest area, dan banyak kendaraan berjarak jauh berhenti pada umumnya di daerah itu (Erfan Subahar).

9 thoughts on “Perjalanan Semobil Masa Wabah dan Harapan Perlindungan Allah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *