Tidak Bisa Nulis, Terguyur Hujan

Saya, pada hari Jum’at setelah selesai Jum’atan dan setelah pertemuan bersama dengan pengurus Islamic College of Brisbane, menjelang makan siang, terkena hujan. Terkena hujan sebelum makan dan terkena hujan setelah makan, mengenai kepala dan badan. Begitu sampai di rumah kos, sudah waktu maghrib. Tidak sempat mandi sore, setelah makan malam, langsung saya tidur.

Pantesan, begitu malam Sabtu, otak ini untuk diajak nulis tidak mau. Begitu pula ketika Ahadnya, juga sukar untuk mikir dan untuk nulis. Namun, memasuki hari Ahad pagi, sekedar melatih diri untuk bisa menulis, setelah dipaksa saya bisa menulis lagi.

Entah, mana yang dominan menjadi penyebab sukar menulis ini. Apa sebab saya terlalu banyak makan daging kambing yang enak, yang disuguhkan tuan rumah ketika hari tasyrik itu, atau sebab lain? Makanya, pada malam harinya; tadi malam, saya nyetel Mario Teguh saja melalui You to Be dari Android yang baru saya beli.

Eh, ketika saya sudah mencoba tiga paragraf ini, Prof Amin Syukur nelpon ke saya. Menanyakan, “kenapa kemaren kok tidak bersama ke Golkos?”

Saya jawab, “Setelah terkena hujan, saya pulang langsung ngelu dan suka untuk mikir dan nulis. Makanya, saya tidur saja. Bisanya, siang, saya paksa nyuci sebisanya sebab pakaian sudah menumpuk.”

Sekarang bagaimana, “Lumayan, sudah mulai bisa nulis sekedarnya ,” saya jawab.

Aku berharap, pagi atau siang ini sudah bisa sembuh. Ya Rabb (Erfan S).

897 thoughts on “Tidak Bisa Nulis, Terguyur Hujan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *