Tips Rahasia Mendidik Anak di Kalangan Para Shalihin (1)

Memperingati Hari Kartini, banyak hal dilakukan. Khusus dari web atau blog kita kali ini, saya ingin merekam share yang disampaikan oleh Habib Muhdhar al-Segaf, yang disampaikan kepada kita dengan mengutip apa yang disampaikan oleh Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan.

Banyak tips yang baik kita jadikan pelajaran, mengenai bagaimana mendidik putera yang baik yang telah berlangsung dari generasi ke generasi. Pada kesempatan ini saya mengambilnya dari tips yang kami rekam dari keluarga Shalih Ba’lawi r.a. Beliau ┬ámemiliki 11 konsep dalam mendidik putera beliau, sebagai berikut:

1- Meminta kepada istri-istri mereka ketika sedang menyusui bayi-bayinya, agar lidahnya tidak putus-putus atau terus menerus membaca ayat Kursi serta Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Jadi, keempat ayat dan surah Al-Qur’an ini perlu menjadi bacaan para ibu yang sedang menyusui anaknya, yang seperti kita maklumi agar para bayi dijauhkan dari gangguan makhluk halus dan lainnya dan tertanam kepada mereka jiwa tauhid dalam dirinya juga ketergantungan itu hanya kepada Allah.

2- ┬áPertama kali yang diajarkan kepada anak mereka ketika baru bisa berbicara adalah kalimat, Radhiitu Billaahi Rabba, wa Bil Islaami Diina wa bi Muhammadin Nabiyya wa Rasuulaa. Artinya ‘Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam agamaku, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul-Ku’.

Paling tidak, dengan kalimat-kalimat ini mereka sejak kecil sudah terbiasa punya keridhaan yang total berkenaan dengan Ke-Tuhanan yang hanya Allah, agama yang hanya memilih Islam, Nabi dan RasulNya hanya Nabi Muhammad saw.

3- Membiasakan anak-anak sejak kecil untuk bangun malam, atau bangun sebelum tiba waktu subuh.

Bangun untuk menyempatkan salat malam sebelum akhirnya melakukan salat sunah fajar dan salat fajar atau subuh, perlu dilatih sejak anak masih kecil. Karena kebiasaan demikian, dapat menjadikan mudah pada waktu-waktu yang selanjutnya. Dan begitu itu, pada periode selanjutnya mempermudah kita memproses kebiasaan melakukan salat waktu secara lengkap sampai lima waktu dalam sehari dan semalam.

4- Sebelum memasuki bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anakn mereka dan bertanya kepada mereka: “apa yang akan kalian kerjakan di bulan yang berkah ini? dari amalan membaca Al-Qur’an, dzikir, sedekah dll.”

Jadi ada daftar latihan yang diketahui oleh segenap orang tua berkenaan dengan kebiasaan yang akan dilakukan anaknya terutama ketika berada di bulan Ramadhan al-Mubarak itu.

5- Mereka mengajari anak-anak mereka niat-niat yang baik, sebagaimana mereka mengajari membaca Surah Al-Fatihah.

Seperti dimaklumi, Surah Al-Fatihah adalah surah yang pahalanya besar dan bisa digunakan untuk mencapai apa yang kita inginkan dari membacanya, seperti untuk proses penyembuhan sakit, keluar dari kesusahan, dan lain-lain.

6- Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan berkumpul semua yang ada di rumah: berupa majelis harian ataupun mingguan (yang diisi dengan) membaca tadarus Al-Qur’an, hadis, serta fiqih. Lalu mereka menutup majelis dengan doa dan salawat kepada Nabi Muhammad saw.

Jadi di rumah pun ada thalabul ilmi bagi keluarga yang dilakukan harian atau mingguan, yang memetik isi Al-Qur’an, Hadis, dan Fiqih. Pelajaran ilmu agama dasar yang dilakukan secara istikamah. Bersambung ke Bulan Depan (Erf).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *