Akhlak Orang Tua Terhadap Anak (1)

Di dalam mengarungi kehidupan, Islam mengajarkan tidak hanya bagaimana akhlak anak ketika berinteraksi kepada kedua orang tua. Akan tetapi, Islam juga mengajarkan bagaimana sebaiknya orang tua ketika berinteraksi yang terbaik kepada anak-anak kita. 

Berikut ini, disampaikan pembelajaran akhlak para orang tua terhadap anak-anaknya, seperti yang dapat dipahami dari ayat Al-Quran dan hadis di bawah ini.

 

Bagaimana Akhlak kepada Anak 

  1. Anak adalah rahmat Allah, yang mesti disyukuri dengan cu­rahan kasih sayang kedua orang tua.

وَءَاتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا

 “Dan Kami kembalikan kepadanya anak isterinya bersama mereka seganda mereka sebagai rahmat dari sisi kami.” (QS. Al-Anbiya’ 21:84).

“Anak itu adalah buah hati dan sesungguhnya dia harum-haruman surga.” (HR. at-Turmudzi).

  1. Anak adalah ibarat barang gadai, yang mesti ditebus de­ngan menyembelih atau menunaikan akikah.

“Tiap-tiap anak itu tergadai dengan akikahnya yang disembelihkan baginya pada hari  ke tujuh, dan dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad, Abu Dawud , Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Nasa’i).

  1. Anak adalah amanah Allah, yang mesti dididik dan diajari ilmu berkenaan dengan keberhasilan hidup dunia dan akhirat.

“Kepunyaan Allah-lah apa yang ada  di langit dan di bumi.” (QS. Al-Baqoroh 2:284).

  1. Anak adalah penguji keimanan, yg mesti dididik de­ngan sabar supaya dekat atau tidak jauh dari Allah.

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Ketahuilah bahwasannya harta-hartamu dan anak-anakmu itu adalah ujian, dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahal yang besar. (QS. Al-Anfal 8:28).

 “Hai orang-orang yang beriman janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.  Barangsiapa berbuat maka mereka itulah orang-orang yang rugi  (QS.Al-Munafiqun 63:9).

  1. Anak adalah makhluk mulia, maka jangan sampai diamenjadi hina karena kekafiran.

Dan sesungguhnya  telah kami muliakan anak-anak Adam. ….” (QS. Al-Isro’ 17:70)

“Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik akan masuk neraka jahannam, mereka kekal di dalam nya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk (QS Al-Bayyi nah  98:6).      

  1. Anak adalah wahana amal bagi kedua orang tua. Maka mes-tilah diberi makanan yang halal agar tumbuh dengan baik jasmani dan ruhainya.

Satu dinar kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak,  satu dinar kamu nafkahkan untuk orang miskin, satu dinar kamu nafkahkan kepada ahlimu (anak isteri), yang paling besar pahalanya adalah yang kamu nafkahkan untuk anak isterimu.” (HR. Muslim).

  1. Anak adalah medan dakwah bagi tiap-tiap keluarga. Ja­ngan dilupakan tugas mulia ini.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Hai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim 66:6)

Ibnu Abbas mengartikan ayat ini, “Laksanakan amal, taat kepada Allah dan meninggalkan maksiat serta suruhlah anakmu selalu  berdzikir kepada Allah niscaya Allah akan menyelamatkan kamu dari api neraka.”

  1. Anak adalah bekal kita menuju akhirat, maka mestilah di­saja­ri menjadi anak salih yang sukses dan selamat dalam kehi­dupan dunia akhirat. 

“Apabila manusia itu mati maka putuslah amalnya, kecuali tiga perkara, (1) shodaqoh jariyah, (2) ilmu yang bermanfaat, (3) anak sholih yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Dilanjutkan ke pembelajaran bagian kedua…

2 thoughts on “Akhlak Orang Tua Terhadap Anak (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *