Riset: dari Membaca, Mengamati, Sampai Menemukan Fakta

Kehidupan yang berarti adalah yang dijalani dengan benar dan baik. Dari sehari ke sehari, selalu diisi dengan aktivitas yang bukan sekadar sibuk, tetapi kesibukan yang manfaat. Selalu berkutat dengan melakukan pilihan yang jelas antara melakukan yang penting dan meninggalkan yang tidak penting. Ada “manfaat” dari yang dilakukan, yang tidak akan dihasilkan kecuali disertai dengan tekad dan daya juang. Sebab menjalani hidup dengan benar dan baik akan mereguk dan memperoleh banyak pengalaman. Jika dikalkulasi, di situ seberapa pun akan membuahkan banyak keberhasilan dan sekaligus juga mengatasi tidak sedikit rintangan. Dari aktivitas kehidupan, banyak ditemukan fenomena-fenomena yang nyata, dan berhasil dilewatkan apa yang bukan fenomena yang sebenarnya.

 

Menatap: Fenomena Nyata atau Hanya Serupa

Ada orang yang hidupnya tidak rugi. Dari pengalaman menapak kehidupan, dapatlah dipetik kesimpulan kitab suci, bahwa orang yang rela melawan dinginnya angin dinihari setiap menjelang subuh karena untuk bermunajat kepada Allah, yang hidup dengan menyedekahkan sebagian rizki kepada orang beribadan dan suci yang dicintai-Nya, kebahagiaan dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya, dan gembira ketika menjalankan taubat. Dia laksana laksana pedagang yang tidak pernah rugi, orang yang selalu berhubungan dengan orang yang tidak pernah berkhianat, dan orang yang menabung sesuatu yang tidak pernah hilang

Hal demikian tentu berbeda dengan orang yang hanya mencoba, tetapi terjerumus kepada kesalahan, karena dia tidak menemukan apa yang sebenar nya dicari di dalam kehidupan. Padahal mesti dicermati dan terus diingat:

1. Tidak semua orang yang memegang pena itu penulis;

2. Tidak semua orang yang mencorat-coret buku itu pengarang;

3. Tidak setiap orang yang pernyataannya membingungkan itu filosof;

4. Tidak setiap orang yang bisa menjelaskan berbagai masalah itu seorang ilmuwan;

5. Tidak semua orang yang berkomat-kamit dengan kedua bibirnya itu seorang ahli dzikir;

6. Tidak setiap orang yang berpakaian lusuh dalam hidupnya itu seorang zahid;

7. Tidak setiap orang yang memelihara kuda itu seorang penunggang kuda yang tangguh;

8. Tidak setiap orang yang mengenakan surban itu seorang kiai;

9. Tidak setiap orang yang memotong kumisnya itu masih muda;

10. Tidak setiap orang yang mengangguk-anggukkan kepalanya itu orang yang tawadhu’;

11. dan tidak setiap orang yang menampakkan giginya itu sedang gembira.

Di dunia ini, ada suatu yang memang fenomena nyata, dan ada yang hanya gambaran-gambaran mirip yang seolah itu adalah fanomena yang benar, seperti apa yang semestinya, yang dikenal sebagai fakta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.