Kiai A Darodji: Menginspirasi Hidup Lancar & Berhasil

 

Ketika di suatu pertemuan, baik ketika mimpin acara atau di saat ceramah, kita memiliki kesamaan tentang Kiai Darodji. Beliau tidak membuat kita mengantuk. Kesan akrab, lebih dekat, suasana lancar selalu bisa diperoleh. Dari sini masalah demi masalah yang musykil, jadi pecah. Jauh dari suasana berbelit-belit.

Dari sejak 1980-an mengenal beliau, multi peran beliau sebagai dosen yang juga pimpinan fakultas di IAIN, sebagai pimpinan di rektorat, juga ketika mengelola Yayasan Nurul Islam, serta sebagai tokoh nomor satu di MUI Provinsi saat ini, dicoba dipetik dalam wacana inspiratif tentang Kiai Ahmad Darodji dalam beberapa poin berikut ini.

 

Di Dunia Pendidikan

Di dunia pendidikan saya pertama kali mengenal Kiai Ahmad Darodji. Di meja tugasnya, nama beliau biasa tertulis jelas. Dari situ, bagi yang cermat, akan selalu benar menyebut beliau. Namun, mungkin karena rikuh, kadang ada menulis nama beliau dengan menambah huruf. Misalnya, menambah c di depan nama awal beliau, Ahmad.

Menghadapi kekeliruan yang dihadapi, tatkala beliau diminta menjelaskan tepatnya atau tidak kita menulis namanya, beliau suka menjelaskan. Nama saya ditulis Ahmad Darodji begitu saja, tidak ditambah c di depan nama Ahmad. Begitu sudah benar bila menulis nama saya. Nama lengkap saya Ahmad Darodji, begitu beliau menjelaskannya.

Dari beberapa kali bertemu beliau, kesan begitu mempermudah siapa pun mengenal lebih jauh tentang beliau. Artinya, beliau suka memposisikan sesuatu pada proporsinya. Kesan suka sesuatu selalu lancar dan selesai, adalah model sosok dari kiai Darodji.

Suasana itu, lebih jauh dapat direkam ketika kita berada di dalam tatap muka kuliah. Pas ketika beliau mengajar mata kuliah hadis dan ulumul hadis, pesan-pesan Nabi saw tentang urgensi hidup sehat dan membuat mudah hal-hal yang rumit, dengan lancar dan detail biasa beliau jelaskan, sehingga berpikir cerdas dan lurus mudah beliau terapkan.

Maka segenap mahasiswa, selesai mengikuti kuliah Kiai Darodji, biasa merasa selesai kuliah dengan plong, dan di dada ini puas karena persoalan yang rumit dapat berganti mudah, dan yang mestinya mudah tidak diputar-putar hingga terkesan jadi sukar.

Namun, di kemudian hari tatkala seseorang telah terbiasa menjadikan hal-hal rumit menjadi mudah dan sederhana dalam pemahaman, maka di dunia ilmu, dikenallah model ini sebagai model wacana dari pribadi yang genius.

 

Di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat

Mengelola kegiatan keluarga dan masyarakat adalah laksana universitas kehidupan yang tidak mengenal batas akhir. Awalnya bisa dikenali kapan waktu dan dimana dimulai, bagi menerjuni kehidupan. Namun, batas akhirnya sukar ditemukan. Sepulang dari tugas di Malaysia (1984-1986), saya merasa bersyukur dipertemukan kembali dengan beliau Bapak Kiai Darodji. Kalau dahulu, saya sering dekat beliau pada saat menjadi mahasiswa Fakultas Syari’ah, yang dua tahun menangani Ketua Umum di Senat Mahasiswa Syari’ah. Sepulangnya dari tugas di Kuala Terengganu, Malaysia, saya bertemu kembali dengan beliau ketika saya diterima menjadi CPNS/Cados di IAIN Walisongo, sejak awal Maret di tahun 1987.

Pertemuan dengan beliau, di saat selaku dosen dan saat-saat sebagai kepala keluarga dari anak pertama sampai yang keempat, dalam temu beliau di dosen senior bersama yuniornya, yang saya ditugaskan sebagai dosen hadis dan ulumul hadis yang dibimbing beliau. Di sini, suasana ngemong bawahan saya temukan dari sosok Kiai Darodji.

Pertemuan kali ini berlangsung lebih luas; sering sebagai guru murid dalam kuliah. Juga sebagai guru murid dalam mengajar. Serta juga di dalam kehidupan. Dari sejak anak saya pertama duduk di bangku TK Nurul Islam, sampai dia menjadi doktor,  keluarga kami dipertemukan dengan Kiai Darodji sampai sekarang. Mungkin hanya satu kali saya tidak silaturahmi dimana saya tidak bersama beliau di hari keempat atau kelima pasca hari raya, karena kondisi Covid 19 di tahun 2020/1441 sekarang.

 

Pembelajaran

Pelajaran apa saja yang diperoleh dari situasi bertemu beliau Kiai Darodji ini.

Pertama, hidup sehat berkelanjutan perlu dijadikan kebiasaan dari keseharian kita. Sehat menurut beliau, diperoleh dengan biasa melakukan gerak badan yang cukup, baik dalam bentuk senam maupun olahraga. Minum air putih yang cukup adalah bagian dari upaya sehat berkelanjutan itu. Khusus agar kita sehat pencernaan, beliau sering menyam paikan perlunya mengkonsumsi buah seperti pisang dan sayur sesuai dengan kebutuhan.

Kedua, menempuh studi lanjut lebih awal lebih baik. Dalam sekolah di lingkungan keluarga dan masyarakat ini, dari Kiai Darodji diperoleh nasihat secara berkelanjutan. Menurut beliau, menempuh studi lanjut lebih baik diperioritaskan atau dilakukan secara lebih dini dalam keluarga pengajar atau dosen, yaitu sebelum anak kita sama besar-benar. Karena, menurut beliau, kalau anak-anak kita sudah besar maka beban biaya dan kesibutan kian bertambah, dan kemampuan kita belum tentu masih sekuat ketika muda.

 

Kepemimpinan dalam Organisasi

Bersama Kiai Darodji, diperoleh inspirasi di dalam kegiatan organisasi. Dalam kepemim-pinan, kita sering tiba-tiba sudah dibawa kepada tanggungjawab untuk menjadi pengajar. Ditemukan juga, ada yang diposisikan di sekolah sebagai guru. Ada yang ditem patkan menjadi staf administratif. Juga ditempatkan di kepengurusan takmir masjid.

Ketika sedang berada di pertemuan bersama kita, beliau selalu siap ketika ditanya terkait dengan hal-hal yang musykil. Dalam suatu kepemimpinan, beliau ternyata tidak hanya me­nginspirasi bawahan dengan apa yang beliau dapatkan dari kitab dan buku-buku, mela­ inkan disampaikan apa yang dialami beliau bersama tokoh-tokoh yang di atas beliau.

Dalam hal kepemimpinan ini beliau mengajarkan hal-hal sebagai berikut ini.

Pertama, memasuki masjid mesti dibedakan dengan masuk ke rumah biasa. Orang muslim melintasi atau memasuki rumah Allah hendaknya memastikan dirinya melakukan salat sunnah tahiyyatul masjid, sebagai penghormatan bagi memasuki baitullah.

Kedua, memasuki pertemuan organisasi dibiasakan membawa sumbangan pemikiran.

Misalnya, ide bahwa tidak semua pertemuan untuk melobi itu harus menyita waktu lama. Bisa saja pertemuannya direncanakan memakan waktu lebih dari satu atau dua jam, tetapi menjelang waktu di akhir pertemuan, maksud inti pertemuan bisa disampaikan, sehingga maksud inti yang dipikirkan tetap bisa dicapai.

Ketiga, organisasi sebenarnya berbeda dengan forum. Seperti FKUB itu sebagai forum tidak bisa sekopnya disamakan dengan MUI, karena MUI adalah sebuah organisasi yang memiliki hak bagi pembinaan umat dan bangsa sedang FKUB adalah forum yang mengurusi kerukunan umat beragama.

Akhir kata, Kiai Ahmad Darodji adalah sosok inspiratif dalam banyak sisi kehidupan. Beliau menginspirasi kita bukan hanya melalui pertemuan resmi, melainkan juga di tengah kehidupan nyata (Moh. Erfan Subahar, Ketum MUI, Dosen di UIN WS dan Suka, PR3 IAIN WS 2007-2011).

 

 

 

2 thoughts on “Kiai A Darodji: Menginspirasi Hidup Lancar & Berhasil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *