Forum Kajian Tafsir dan Hadis Berwisata Dakwah

Pada hari Jum’at, 12 April 2013, rombongan “Forum Kajian Tafsir dan Hadis Jum’at Subuh,” berwisata dakwah. Forum dari Bedagan Semarang itu, berangkat menaiki dua bus bersama 100 orang jamaah. Tujuan wisata dakwahnya: Ke Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Kubah Emas Bogor dengan selingan berbelanja ke Mangga Dua. Sepulangnya dari Jakarta rombongan menyempatkan berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.

Pada Forum Tafsir Hadis ini, berwisata dakwah merupakan bagian dari program kegiatan yang tidak dipisah dari program pengajian. Bahkan, berwisata yang berinti pemaknaan yang dekat arti dengan ziarah itu menjadi bagian dari aktivitas yang direncanakannya dengan baik. Diingat mereka dari pengkajian dengan topik ziarah, bahwa mereka sudah mengerti dengan baik apa sebenarnya makna ziarah itu.

Forum Kajian Tafsir, yang sejak 2013 ini pengajiannya diselingi dengan Kajian Hadis, dalam salah satu tema kajian pernah membahas Tema Ziarah. Prof Erfan Subahar misalnya, dalam kajian mengupas ziarah yang berarti “kunjungan” itu kepada tiga (3) bagian. Pertama, ziarah orang yang hidup kepada yang masih hidup. Misalnya, kunjungan anak kepada orang tua, atau kepada tokoh atau kepada yang sesamanya; juga dikenal istilah lain yaitu silaturahmi. Banyak hikmah dari makna ini, seperti bisa memperkaya pengalaman yang mencerahkan dan memanjangkan usia.

Kedua, ziarah ke tempat-tempat yang bernilai sejarah. Seperti berkunjung ke Masjid Al-Azhar, atau berkunjung ke Masjid Kuba Emas, adalah sama dengan berziarah ke tempat yang kedua ini, yang punya sentuhan kuat dengan  bagaimana seseorang itu membangun dan memakmurkan dunia.

Ketiga, ziarah ke tempat-tempat peristirahatan orang-orang salih yang sudah meninggal. Misalnya, berkunjung ke makam auliya’, atau makam para ‘arif billah, atau makan para orang tua atau leluhur kita. Ziarah ini adalah, mubah; boleh dilakukan. Setelah orang-orang muslim sudah bisa mengendalikan diri dari perilaku syirik yang dilarang, Rasul saw membolehkan dengan menyuruh kita melakukan jenis ziarah ini, guna mengingatkan diri pada kehidupan akhirat yang abadi dibanding dengan kehidupan di dunia sekarang ini.

Wisata dakwah yang identik dengan ziarah layak untuk dikekalkan dalam program-program Forum Kajian Tafsir Hadis kita, setidaknya acara semacam bisa diselenggarakan pada setiap setahun. Dengan menyempatkan diri berwisata, maka belahan-belahan wilayah negara NKRI ini dapat kita kunjungi, sehingga dapat diperoleh banyak faedah dari pelaksanaan program Wisata Dakwah ini. (Erf/Biel: 17-4-13; 06.00)

Leave a Reply

Your email address will not be published.