Ibnu Abbas: Sahabat Mufassir dan Berilmu Pengetahuan Luas (1)

 

Nama aslinya Abdullah. Dari segi asal usul, dia tak lain dari putera seorang sahabat Nabi saw Sayidina Abbas, yaitu putera dari paman Nabi Abdul Mutholib. Dalam panggilan akrabnya, dia dikenal dengan sebutan Ibnu Abbas. 

Nama lengkapnya Abdullah bin Abas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf. Selain biasa dipanggal dengan nama julukannya, yaitu Ibnu Abbas, dia juga dikenal dengan Hibr al-umah (paling tahunya umat).  Dengan demikian jelas, bahwa Abdullah atau Ibnu Abbas adalah adik keponakan dari Nabi Muhammad saw dan adik keponakan dari Ali bin Abu Thalib r.a.

Ayahnya, Sayidinah Abbas adalah paman Nabi saw, tokoh Quraisy yang pada zaman Jahiliyah pernah menjadi Amirul Haj selama beberepa tahun dan menangani aktivitas takmir  di Masjidil Haram. Ibunya, Lubabah Kubra, adalah putri Harits bin Hazn Hilali dan saudarinya, Maimunah, istri Nabi Muhammad saw dan memiliki julukan Ummu al-Fadhl. Dia wanita pertama yang masuk Islam di Makkah setelah Sayidina Khadijah r.a. Dia menyusui Hasan dan Husain, dan Abdullah adalah saudara sepersusuan Hasanain ini, dimana Ibnu Abbas adalah keponakan Khalid bin Walid.

Menurut suatu sumber yang masyhur, Ibnu Abbas lahir tiga (3) atau juga dituturkan dalam sumber lahinnya dilahirkan pada 5 tahun sebelum hijrah di daerah Syib Abi Thalib.

Tekun Menimba Ilmu dan Meriwayatkan

Sejak kecil, Ibnu Abbas dikenal gemar dalam menekuni ilmu. Dengan ketekunan itu, bisa dimaklumi jika suatu waktu dia mendapatkan doa khusus dari Rasulullah Saw, “Ya Allah, berilah ia pengertian dalam bidang agama dan berilah ia pengetahuan takwil (tafsir).”

Dari berkah doa Rasulullah saw itu, bisa dimaklumi jika Ibnu Abbas, akhirnya dikenal sebagai seorang ahli tafsir, dan sekaligus juga banyak meriwayatkan hadis, yakni  terbanyak kelima setelah Abu Hurairah. Yaitu deretan periwayat dari sahabat di bawah ini: Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Aisyah Ummul Mukminin, dan Ibnu Abbas atau Abdullah bin Abbas.

Kehidupan

Para khulafa ar-Rasyidun sangat menghormati Ibnu Abbas. Pada masa khalifah empat, dia menduduki posisi penting di bidang fatwa (Ifta). Pendapat-pendapatnya banyak didengar untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh khalifah ke dua dan ketiga. Pada tahun 35 H/655 ketika Khalifah Utsman terkepung, Ibnu Abbas menunaikan ibadah  haji atas nama atas nama beliau (niyabah) Utsman. 

Ibnu Abbas hadir dalam sejumlah peperangan. Dalam Perang Shiffin, dia termasuk komandan pasukan Imam. Pada peristiwa Hakamiyah, Imam Ali as mengajukan dia sebagai wakil dari pasukan Imam Ali as. Namun golongan Khawarij tidak setuju. Dia diangkat oleh Imam Ali a.s. menjadi Gubernur di Bashrah (Erfan Subahar)

 

Bersambung ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: