Kajian Skripsi Shofiyyah: Etika Mencari Ilmu Dalam Tafsir al-Azhar (Kajian Q.S. Al-Kahfi Ayat 60-82)

Pada bulan Desember 2021, di balik padatnya kesibukan penyelesaian studi, mengakhiri mengajar di S1 sebanyak 3 kelompok, S2 sebanyak 2 kelompok, dan membimbing penyelesaian studi di S3, juga ada mahasiswa S1 yang meneliti dan menulis skripsinya. Satu di antara lima bimbingan kami adalah yang bernama Shofiyyah, yang menulis hasil penelitian mengenai ETIKA MENCARI ILMU DALAM TAFSIR AL-AZHAR (Kajian Q.S. Al-Kahfi Ayat 60-82)

Pengantar
Proses pendidikan menempatkan etika pada posisi tertinggi dalam tradisi keilmuan, terutama keilmuan Islam. Penyebaran pemahaman etika dalam mencari ilmu telah dijelaskan dalam alQur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah al-Kahfi ayat 60-82, mengenai perjalanan Nabi Musa yang mencari sosok orang yang
alim. Hamka secara rinci menjelaskan hal tersebut dalam tafsirnya yang terkenal, yaitu Tafsir Al-Azhar.
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kemerosotan etika yang terjadi di kalangan masyarakat, terutama seorang pencari ilmu.
Kajian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan: Bagaimana etika mencari ilmu menurut al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 60-82 dalam tafsir Al-Azhar? Bagaimana relevansi etika mencari ilmu al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 60-82 pada zaman sekarang?

Metode
Permasalahan tersebut dikaji dengan menggunakan metode studi pustaka yaitu menemukan, dan menganalisi berbagai informasi yang terkait dengan pembahasan
etika mencari ilmu melaui buku, jurnal, dan teks-teks yang saling berhubungan, serta menggunakan pendekatan filosofis dalam penelitiannya. Dari pengumpulan data tersebut, kemudian dilakukan suatu analisis.

Hasil dari pemikiran Hamka tentang konsep mencari ilmu
Surah al-Kahfi ayat 60-82 yaitu perlunya bersikap: 1) Tawadhu’,2) Bersungguh-sungguh, 3) Rendah diri ketika bersedia menjadi murid, 4) Sabar, 5) Khidmah (mengabdi) kepada guru, 6) Tidak banyak bertanya, 7) Menepati janji, 8) Tidak berburuk sangka kepada guru.
Sedangkan relevansi konsep etika Hamka dalam tafsirnya: (1) Tujuan pendidikan yang keduanya memiliki kesesuaian dalam menekankan etika (akhlak), (2) Metode
pembelajaran, mendengar penjelasan dan bertanya yang sampai sekarang masih digunakan, (3) Materi pendidikan, pendidikan etika masih sangat diperlukan pada saat ini.
Penelitian ini memberikan saran, bahwa setiap orang perlu memiliki etika dalam kehidupannya, terutama pada mereka yang mencari ilmu. Peran
pendidikan memiliki peran penting untuk membentuk etika yang baik, bagi seluruh anggota yang terbentuk dalam suatu lembaga
pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.