Kiriman Puisi, Engkau Berselisih?

Ada kiriman puisi yang sempat saya terima. Sayangnya, ¬†tidak terlacak siapa yang sudah mengirimkan karya itu pertama sehingga sampai kepada saya. Penulis karyanya juga tidak terlacak. Namun, karena karya ini bagus, saya mohon perkenan jika ada yang menemukan nama penulisnya, berkenan kiranya mengirimkan nama penulis itu kepada web ini. Karena karyanya — yang tidak diberi judul; penulislah yang memberinya judul untuk pembaca — saya kutip karya itu untuk pembaca di bawah ini.¬†

1. Kalau berselisih dengan pelanggan… walaupun kita menang…
Pelanggan : tetap akan lari…

2. Kalau berselisih dengan rekan sekerja… Walaupun kita menang…
Tiada lagi semangat bekerja dalam tim…

3. Kalau berselisih dengan boss…
Walaupun kita menang…
Tiada lagi masa depan di tempat itu…

4. Kalau berselisih dengan keluarga…
Walaupun kita menang…
Hubungan kekeluargaan akan renggang…

5. Kalau berselisih dengan teman…
Walaupun kita menang…
Yang pasti kita akan kekurangan teman…

6. Kalau berselisih dengan pasangan… Walaupun kita menang…
Perasaan sayang pasti akan berkurang…

7. Kalau berselisih dengan siapapun… Walaupun kita menang…
Pada prinsipnya kita kalah…

Yang menang, hanya EGO DIRI SENDIRI Yang tinggi dan naik adalah EMOSI……
Yang jatuh adalah CITRA dan JATI DIRI KITA SENDIRI…..

Tidak ada artinya kita menang dalam perselisihan…

(Nah…)
Apabila menerima teguran, tidak usah terus melenting
atau berkelit,
bersyukurlah,
masih ada yang mau
menegur kesalahan kita…

Berarti masih ada orang yang memperhatikan kita…

Jaga selalu kekompakan
dalam kebersamaan…
Jaga lisan, perbuatan
dan tulisan
agar tidak ada hati yang tersakiti.

Semoga kita semua selalu dapat menjaga Ego dan Emosi, Dan selalu menjadi manusia yang pandai bersyukur…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *