Memahami Manfaat dari Kalender Masehi dan Kalender Hijri

Siang dan malam adalah dua waktu penting yang beredar di dalam kehidupan. Dengan mengetahui siang maka ada bilangan tahun dan perhitungan yang dapat terlihat, begitu pula dengan mengetahui malam juga di situ ada bilangan dan harga waktu yang dapat kita hitung. Kedua waktu baik siang maupun malam merupakan dua nikmat Allah yang memiliki faedah bagi kehidupan.

Paling tidak, keduanya menjadi tanda yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia untuk menghargai kalender, baik masehi maupun hijri, yang masing-masing berjumlah 12 bulan. Allah menegaskan hal itu di dalam dalam Al-Qur’an Surah al-Isra` 16: 12:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu Menganiaya diri [dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan 4 bulan itu dengan mengadakan peperangan]” (Q.S. al-Isra` 16: 12).

Ayat di atas memperjelas kita, bahwa ketentuan mengenai jumlah bulan itu persis 12 bulan yang beredar untuk ketentuan waktu satu tahun. Dan Allah menegur kalau ada yang mengubah-ubah ketentuan itu, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Quraish seperti yang dilakukan sebelum datangnya Islam. Tradisi mengutak-atik bulan-bulan larangan perang yang kemudian mereka isi dengan perang itu dikenal dengan konsep nasyik (Q.S. al-Isra` 16: 13).

 

Karakter Kalender

Baik kalender masehi maupun kalender hijri masing-masing berjumlah 12 bulan. Keduanya ada perbedaan tetapi memiliki titik-titik kesamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.