Memasuki Hari Ke-14 di UQ

Pada hari Senin 21 Oktober 2013 ini, acara diisi dengan dua kegiatan. Pertama, meng- ikuti Prsesentasi dan Diskusi dengan Prof. Dr. Ann Black. Dan Kedua, mengunjungi Advanced Collaboration Teaching Space yang ditangani Dr. Trish Andrew. Kalau yang pertama menyampaikan hal berkaitan dengan Islam dan dunia Hukum di Australia, maka yang kedua mengunjungi model pengajaran ke depan yang dipersiapkan sekarang.

Pada pukul 10.00, Ibu Dr. Ann Black, menyampaikan ceramahnya. Guru besar yang biasa hanya mencantumkan pendidikan terakhirnya ini, semula diduga berasal dari kulit hitam yang ada di Australia. Namun, ternyata hanya namanya yang begitu; sebab setelah tampil, orangnya putih, bersih, dan juga cantik. Kata Ibu yang berfokal renyah ini, “Saya pernah berkunjung ke Indonesia dan diberi kenangan kalung ini”, ujarnya.

Pemaparan dunia hukum oleh Prof Ann Black, begitu menyeluruh, yang banyak direkam oleh para peserta yang menangani kuliah hukum dan fiqih, yang antara lain:

1-Menjelaskan beberapa perbedaan Australia dengan Indonesia: jumlah penduduk, hukum yang berlaku, penanganan pendatang, kehidupan keagamaan, kehidupan anak-anak, dan keluarga.

2-Pemerintahan: asal usul penduduk, agama yang dianut penduduk, pemerinahan resmi yang berada di bawah Inggris raya, dan sistem pemerintahan yang dianut.

3-Pelaksanaan hukum di Australia: dasar perundang-undangan, Islam di Australia, pernikahan bagi penduduk Islam di Australia, dan lain-lain.

Selanjutnya, setelah beristirahat, kami yang berada di gedung 14, diarahkan untuk pindah ruang untuk masuk ke Advanced Collaboration Teaching Space.

Tempat ini jelas belum pernah kita lihat sejauh ini. Pada acara ini kami diperlihatkan ke sebuah ruangan khusus, yaitu ruang khusus yang sudah didesain untuk percontohan mengenai seperti apa dan bagaimana pengajaran atau ruang belajar mahasiswa pada  10 tahun ke depan.

Gambaran yang terekam setelah memasuki ruangan kelas masa depan ini, lebih kurang seperti berikut ini. Pada ruang ini tempat duduk mahasiswa itu diatur berderet agak melengkung dan berjenjang. Di pada bagian belakang, tempat duduk dan mejanya mirip balkon gedung bioskop yang tinggi di belakang. Di tengahnya, juga berderet lebih rendah. Sementara meja dan tempat duduk di ruang depannya, lebih rendah dari ruang dosen mengajar.

Pada meja mahasiswa yang dilengkapi dengan laptop yang siap dibuka setiap perlu itu, semuanya terhubung dengan laptop dosen, sementara pada laptop dosen disamping terhubung dengan mahasiswa juga dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat mendeteksi aktif-tidaknya mahasiswa yang berinteraksi dengan perkuliahan.

Meja tugas dosen terdiri dari tiga jenis. Meja pertama, dilengkapi dengan laptop sekaligus dengan alat pengontrolnya; meja kedua berada di kiri depan kelas berdekatan dengan meja ketiga. Dengan begitu memungkinkan dosen mundar mandir menangani kegiatan perkuliahan. Di depan semua mahasiswa, ada ruangan luwes sekitar ukuran 8 x 4 yang diatur melengkung; di situ untuk tempat dosen juga dilengkapi dengan sejenis papan layar android atau tabled besar, sebesar papan tulis. Selain, setiap saat dosen dapat mendemontrasikan perkuliahan dengan cara menutul papan tulis, mereka juga dapat memanfaatkan alat spidol super, yang tiap waktu dapat digunakan untuk mencatat. Namun, di balik itu semua ada perlengkapan kelas yang begitu mewah yang ada di sebelah kanan mahasiswa, yang dikemas dalam sebuah almari dinding besar yang telah ditanam di dalam gedung kedap suara.

Keseluruhan ruang kelas ini diperlengkapi dengan AC yang kondisi udaranya telah dise- suaikan dengan kondisi udara yang kondusif untuk ruang belajar mahasiswa.

Selama berada di ruang ini, kami cukup kerasan, karena antar siswa dengan dosen dan begitu sebaliknya memungkinkan berlangsungnya interaksi pembelajaran yang kreatif dan interaktif.

Model demikian, tidak seperti yang ada di bagian demi bagian ruang belajar di ruangan kelas di Kampus UQ sekarang yang di ruangan kelas selalu ada dua model. Yaitu, meja bundar 4 buah yang masing-masing dikelilingi kursi untuk sekitar 20 orang mahasiswa; atau meja mungil ukuran 70 x 50 cm yang masing-masing dilengkapi dengan 1 kursi duduk empuk yang semuanya dilekatkan pada besi; bukan kayu. Jadi, sama kokoh kuat.

Keseluruhan acara pada hari Senin, 21 Oktober 2013 ini selesai pukul 15.30. Hal itu berarti masih memberi kesempatan kepada kita untuk melakukan risearch indidual baik untuk mengakses data via internet maupun untuk meminjam buku sampai 60 buku. Atau untuk membaca leteratur dan menulisnya di perpustakaan yang dibuka sampai pukul 22.00 malam hari (Erfan Soebahar).

85 thoughts on “Memasuki Hari Ke-14 di UQ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *