Mengenal Kode Lemak Babi di Kemasan Makanan

Lemak babi sudah jelas ketentuan hukumnya dalam kehidupan umat Islam. Namun, saat ini lemak dimaksud menyebar di banyak tempat pada makanan manusia, sehingga bagi umat Islam mesti mengetahui beberapa hal berkenaan dengan lemak bagi agar tidak sembarang makanan kita makan tanpa mengenal halal dan haramnya makanan yang kita makan. Untuk mengatasi hal dimaksud, banyak usaha telah dilakukan kalangan muslim bagi mengenalinya, sehingga kita selamat dari memakan makanan yang mengandung unsur lemak babi itu.

Salah seorang di antara yang melakukan pengenalan itu bernama Shaikh Sahib. Ia bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis, sehingga sambil bekerja ia menekuni hal-hal yang berkenaan dengan lemak yang terlarang itu. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan. Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC.

Dari usahanya itu, tak heran jika ia mengetahui berbagai bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah, tetapi ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.

 

Siasat dan Kode

Awalnya saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak tanya …! Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang telah ada.

Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Prancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.

 

Mengapa Milih Lemak Babi
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lain. Namun, orang Eropa dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu, sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.

Negara di Eropa, memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan.

Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam. Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.

 

Diawali dengan E

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E ? CODES, E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain :

1. pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng,
2. buah2an kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.

Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,
E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432,
E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475,
E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495,
E542, E570, E572, E631, E635, E904.Sumber : Situslakalaka

Dari penjelasan di atas, sekarang jelas kepada kita untuk secara bersama menjaga diri dari menyantap makanan tanpa mengetahui adanya percampuran barang haram yakni lemak babi pada makanan kita. Hak muslim untuk mengetahui detail soal lemak ini, mari selain diketahui oleh tiap-tiap pembaca dan juga diinformasikan kepada kalangan muslim lain, agar mereka selamat dari memakan makanan yang haram ini.  Semoga uraian ini bermanfaat (Erfan).

 

 

5 thoughts on “Mengenal Kode Lemak Babi di Kemasan Makanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *