Mengkhatamkan Al-Qur’an di Setiap Malam Jum’at, Dapatkah Diikhtiarkan (1)

Sejak tahun 2018 ada kesadaran yang tumbuh di kalangan masyarakat Indonesia di berbagai kalangan, tak terkecuali dunia kampus, yaitu upaya masyarakat untuk suka mengkhatamkan Al-Qur’an. Kesadaran itu ada yang berupa kebiasaan setiap hari mengaji satu juz, ada yang karena sudah lancar di setiap harinya mengaji lima juz sehingga setiap malam jum’at khatam Al-Qur’an 30 Juz. Namun, ada juga yang kesukaannya baru tumbuh, tetapi ingin mengaji al-Qur’an dengan bergotong-royong secara rutin, maka 30 Juz dibaca secara berjamaah sehingga bisa dikhatamkan bersama di setiap malam Jum’at.

Minimal 30 orang

Apabila ada komunitas muslim berjumlah sekitar 28-30 orang, maka khataman Al-Qur’an malam Jum’atan ini dapat dimulai aktivitasnya. Target membacanya 30 Juz bisa menjadi sasaran, untuk dibaca pada setiap hari secara bebas dari malam Jum’at bakda Isyak sampai hari Kamis Bakda Ashar. Kegiatannya agar berlangsung reguler dan lancar mestilah dikelola. Misalnya, diadakan petugas pengelola kegiatan yang diminta siap melakukannya dengan tulus secara bergantian, untuk mencatat atau mencentangi atau menerima laporan kelompok siapa diantara anggota, yang melaporkan bahwa dirinya sudah selesai membaca satu juz sesuai dengan tugas yang sebelumnya sudah dibagi di setiap malam Jum’at, terutana waktu sudah mendoakan secara kolektif Khatmil Qur’an yang diamini oleh Jamaah secara bersama-sama dalam waktu yang disepakati.

 

Bila Mencapai Seratusan Orang

Apabila Jumlah peserta mencapai angka 100-120-san orang, tentu setiap malam Jum’atnya mereka dapat dibagi secara disiplin menjadi empat kelompok. Setiap kelompok diberi motivasi kuat untuk menunaikan tugas atau menyelesaikan tugas sesuai dengan kesepakatan, sehingga khataman Al-Quran dapat diselesaikan secara reguler.

 

Siap Menggajuli

Dalam kelompok yang berjumlah banyak, taruhlah empat kelompok seperti di atas, maka minimal ada 4 petugas yang diberi tugas secara bergiliran di setiap minggu, sehingga dapat mencatat dengan baik, siapa yang sudah selesai membaca dan siapa yang belum selesai membacanya.
Yang patut dicatat, biasanya pada setiap kelompok, ada yang berhalangan, sehingga untuk memenuhi target, perlulah tetap dipenuhi targetnya . Salah satu caranya adalah dalam konteks itu harus ada petugas yang sekali-kali dapat mengggajuli. (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: