Menujukan Ziarah Kami Ke Sunan Bonang di Tuban

Memasuki hari kedua nadzar ke Walisongo, acara pagi-pagi diarahkan ke Sunan Bonang di Tuban dan Sunan Drajat di Lamongan. Sekalipun dua tempat ini agak berjauhan, namun keduanya dalam pososo searah menuju tempat-tempat ziarah yang lainnya.

Mulai dari Sunan Bonang di Tuban

Setelah sejak Senin malam Selasa, dari pukul 21.00 hingga pagi hari Selasa beristirahat di Hotel Ratna, maka seusai menunaikan salat Subuh dan Salat Dhuha, rombongan ziarah sepakat untuk mulai ziarah ke Sunan Bonang.

Begitu Sarapan pagi sudah sama disantap, dan semua peserta sudah sama selesai mandi pagi, maka kesepakatan untuk ziarah pertama ke Sunan Bonang siap untuk dimulai. Maka pada pukul 8.45, setelah Check Out dari Hotel Ratna, rombongan dapat mulai bergerak menuju Sunan Bonang, yang juga dikenal dengan nama Sayid Makhdum Ibrahim.

Tempat Ziarahnya kebetuhan berada di dalam kota Tuban. Dengan berjalan kaki sekitar 400 meter, yang melewati kawasan jualan dan makan-minum, maka sampailah kita di petunjuk arah. Ada arah penunjukan, ke makam yang dituju yang ada di kanan jalan. Pintu gerbangnya khas, selebar sekitar 1,5 meter. Tingginya sekitar 2 meter.

Pendopo Maqam Pendek dan Ada Dzikir Sunan Bonang

Di Bonang dewasa ini ada dua hal yang terasa khas, yaitu pendopo yang rendah sehingga untuk masuk perlu menunduk kepala dan badan, juga ada lafal dzikir yang ditulis dengan huruf yang jelas. Di tempat ini, acara dilaksanakan seperti pada hari sebelumnya dengan bersalam, menjelaskan maksud nadzar atau ziarah, tahlil, doa, lalu tawassul atau wushul. Di sini juga, di sebelah makam Sayid Makhdum Ibrahim, kami sempat mengambil gambar di tempat yang bertuliskan dzikir yaitu:

  1. Surah al-Fatihah
  2. Surah al-Ikhlas
  3. Solawat: Allahumma Sholli wa Sallim ‘Ala Sayyidina Muhammadin wa ‘Ala Sayyidina Muhammad 3 kali

****

Ziarah ke Sunan Drajat di Lamongan: Nadzar Ke-5

Dari kota Tuban, ziarah kelima kemudian dilanjutkan ke Lamongan. Tujuannya adalah menunaikan nadzar di Raden Qosim yang biasa dikenal dengan Sunan Drajat.

Tempat menuju makam dan parkir kendaraan terpisah agak jauh, tidak kurang dari 500 meter dari area parkir kendaraan. Dari situ, kami berjalan sambil bisa berfoto di pinggir jalan, tatkala sudah hampir mencapai lingkungan makam. Di sebuah plang yang bertulis “Selamat Datang di Makam Raden Qosim; Sunan Drajat (Sunan Mayang Madu)”, kami bisa mengabadikan kunjungan dengan foto bersama. Saifullah, cucu kami yang ragil, waktu itu minta gendong kepada Akung Erfan.

Makam: Naik dan Dilarang Mengambil Foto di Maqbarah

Memasuki ruang makbarah di Sunan Drajat kita harus melewati tangga naik. Tidak terlalu sulit memang, namun di situ ada larangan mengambil gambar di makbarah. Dapat juga mengambil foto, terutama pada saat kami sudah keluar dari makbarah dengan turun beberapa undak-undak yang ada di beberapa bagian dari ruang utama makbarah.

Seperti dilakukan sebelumnya, acara nadzar masih dilakukan sesuai dengan yang sudah dilakukan dalam kunjungan ke-1 sampai ke-4. Acara bersifat praktis, dengan tetap dilakukan secara khusyuk sampai selesai.

Makan di RM Laka Kull

Setelah berziarah, rasa lapar sudah mulai terasa. Namun, diantara anggota ziarah ada yang usulnya diterima, “Bagaimana kalau kita tidak makan di rumah makan di sekitar tempat ziarah, karena kadang sulit kita menemukan rumah makan yang berselera.”

Usul ringan ini disetujui. Solusinya, nanti dicari rumah makan yang lumayan. Namun, untuk mengatasi agar tidak terlalu lapar, para cucu membeli makan pentol bakso di seputar kedai-kedai makan yang dilalui dalam berziarah. Sementara untuk rumah makannya kita berhenti di rumah makan dari warga Arab, yaitu di “RM Lakal Kull.”

Selain sama memesan nasi putih, para anggota rombongan sepakat mengambil lauk ikan gurami, sop balungan dan mie kuah, sedang minumnya bervariasi ada yang jus apukat, jus serta, jeruk hangat dan teh hangat manis. Semua dimakan di ruang khusus lesehat yang ada di dekat kolam yang luas yang berada di area belakang rumah makan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *