Bersiap Hidup Lancar Saat Sekarang Untuk Mantap Maju Masa Depan

Menempuh suatu kehidupan tidak boleh dengan hanya terus stel gaya masa lalu. Memang tidak ada yang memungkiri bahwa hidup dengan berkaca kepada sejarah itu penting. Dengan hidup belajar dari sejarah, kita banyak data yang dimiliki yang berasal dari masa lalu; biasa belajar hidup berdisiplin dari hari ke hari, terus menempa kehidupan berkarakter dari waktu ke waktu baik melalui salat yang biasa berjamaah atau biasa mengaji Qur’an dan hadis di berbagai majlis kita dan membina jamaah yang baik untuk kehidupan keorganisasian ke depan. Itu tidak ada yang mengingkari. Akan tetepi, itu tetap merupakan sesuatu yang akan berlalu, bisa digunakan untuk mengilo, mengaca diri.

Namun, kehidupan itu tetap menuju ke depan, yang berangkat dari sekarang. Saat-saat yang ada di waktu kini pada setiap hari yang kita hadapi. Jika masa yang lalu-lalu saja yang kita lihat pada kehidupan sekarang maka kita hanya akan terus berada dalam masa kelaluan, yang terus ia kita tinggalkan. Bila terus berada di situ masa kita akan tertinggal dan terus tertinggal. Kehidupan terus kita tinggalkan menuju masa depan.

 

Antisipasi ke Depan

Masa depan tentu bukan hanya diramal dengan tatapan kosong yang sekadar dibuat. Masa depan adalah masa sekarang yang sudah berjalan di masa lalu mengantar kita ke masa depan. Maka mengantisipasi ke depan, beberapa data tentang masa lalu tidak bisa kita sepelekan, sebab data- data itu adalah realitas yang juga dapat dimanfaatkan mempermantap kita ketika berada di masa depan. Dengan masa lalu, media mengilo sudah kita miliki, sehingga ibarat hidup saa ini menyupir menuju masa depan kaca spion dapat digunakan sewaktu-waktu dengan tepat tatkala kita menuju mesa depan. Kita sama sadar, bahwa terlalu banyak melihat masa depan adalah ibarat supir maka kita seperti selalu dikejar-kejar, dan ketika terus dikejar oleh orang yang tadinya ada di belakang kita maka kita sering terkaget-kaget, betapa orang yang tadinya berada di belakang kita maka mereka diam-diam telah berada sangat dengat dengan kita mengejar masa depan yang nyaris sudah tinggal menyalip kita, padahal kita hanya melihat terus ke masa lalu.

Untuk tahu seperti apa gambaran kita di depan kita perlu mengambil ancang-ancang. Selain perlu menstart dengan baik masa sekarang yang diikuti dengan menghangatkan mesin dalam menit-menit awal menuju perjalanan yang akan ditempuh di setiap hari ini dengan baik-baik dan sungguh-sungguh, dan berkomitmen tidak akan membuang-buang waktu yang sedang dijalani. Perseneleng segera diingat, perlu lalu masuk ke persneleng satu dengan rasa tenang, dilanjutkan ke persneleng dua dengan rasa mantap; dan begitu hati dan pikiran sudah menyatu dengan ketenangan yang dimiliki, sudah tidak kemerungsung dan rasa istikamah dan kemantapan diri sudah ada, silakan perseneleng tiga lalu perseleng empat kita masukkan dengan kondisi yang mantap tidak tersendat-sendat. Keadaan tidak tersendat-sendat itu bisa terjadi dengan sebenar-benarnya jika diri kita sebagai pengendara kendaraan menuju masa depan senantiasa berupaya menyetabilkan diri. Bahwa kendaraan menuju masa depan, tidak boleh didiamkan dalam situasi goncang dalam kendalinya. Di samping perjalanan mesti tetap tenang, perpindahan perse- neleng tidak boleh sembarangan dari satu dua, tiga hingga empat. Rasa tenang dan stabil mesti dijamin saat menyupir hari ini. Mesti dipastikan di hari ini tidak ada yang terjadi tiba-tiba bahwa dari memasuki persneleng empat, tiba-tiba dipindah ke persneleng dua tapa turun ke tiga atau dua lebih dahulu.

Ingat langkah-langkah yang stabil di hari ini banyak menjadi pemacu luar biasa di masa depan kita. Keterlatihan diri dalam kehidupan stabil, dalam kehidupan berkarakter, dalam kehidupan berdisiplin, akan menjadi corak kuat kita tatkala memasuki kehidupan bersama di masa depan, kelak. Maka sebuah pegangan, dengan persiapan-persiapan secara istikamah ketika kita menempuh ilmu di masa sebelumnya; sudah hidup bersilaturahmi dengan baik dan berorganisasi yang mumpuni dalam keseharian kita; selalu bergaul dengan mantap sebelum ini, tapi yang dilanjutkan. Yaitu, dilanjutkan dengan selalu hidup baik terus saat ini ke masa depan, yang disadari bahwa tak ada yang sia-sia dari apa saja amal baik yang kita lakukan pada hari ini maka ke depan agak nya bukan hal yang sukar dijalani. Saya sering suka menyarankan: jalani saja hari ini dengan sungguh-sungguh, jangan ada pekerjaan yang disepelekan, jangan ada ungakapan kita yang menyakitkan hati teman dan orang-orang di sekitar kita, maka jika dengan kondisi seperti demikianlah hari ini yang kita ukir, maka hari depan kita akan memiliki harapan pas. Ya, harapan versi manusia yang semoga bertemu dengan kehendak Allah Swt dalam taufik-Nya untuk menjadi masa dapan kita.

Semoga refleksi ini menjadi hal yang ikut membawa kita sama selamat menuju masa depan. Pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan dengan lancar, perjalanannya berlangsung smuth, dan endingnya sukses dan selamat, insya Allah (Erfan Subahar).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.