Merehab Rumah Sendiri, Dapatkah?

Kalau membuat rumah dapat dilakukan, tentu merehabnya akan juga dapat diperkirakan demikian. Mana sulit antara membuat rumah dengan merehabnya? Jawabnya bisa mudah juga bisa sukar tergantung rehab yang bagaimana yang akan dikerjakannya. Jika rehanya tergolong rehab ringan tentu dapat dilakukan dengan mudah, namun jika rehabnya tergolong rehab besar maka biasanya ia lebih rumit yang nyaris hampir sama, bahkan dalam hal-hal tertentu akan lebih berat dibanding dengan dari ketika kita membuatnya.

Rehap ringan misalnya, berupa rahab yang hanya mengganti atap yang tadinya sudah sama rusak sekaligus juga mengganti seluruh genthengnya yang mesti diganti. Rehab demikian, setelah menurunkan kayu dan genthengnya  tinggal menghitung. Kayunya akan diganti kayu apa, kruing atau bengkere atau bahan yang di atasnya, begitu pula genthengnya akan diganti gentheng apa; diganti gendeng jatiwangi atau jenis lain. Dengan kenaikan harga yang sedang ada sekarang, kita tinggal menyesuaikan diri dengan penghitungan kenaikan bahan.

Jika rehabnya sudah termasuk tingkat di atasnya, taruhlah misalnya suatu rumah di tinggikan dari 3,25 mater menjadi 4,10 meter. Diganti gendengnya, diperluas dengan tambahan tanah yang ada misalnya sebelah kanannya, maka rehab demikian sudah tergolong lebih berat. Lebih-lebih jika dilanjutkan dengan pembuatan pagar baru. Maka rehab seperti inilah yang dikategorikan sebagai rehab berat. Di samping berat biasanya juga berat beban yang ditanggungnya. Bisa jadi, yang biasanya dikerjakan dengan satu tukang dengan dua peladen, berubah menjadi 2-3 tukang dengan 2-3 peladen jika menghendaki penyelesaian yang lebih cepat. Namun, jika menghendaki yang lebih santai tidak mengapa, ia masih bisa dilakukan dalam waktu agak lama tetapi dengan ketekukan dan kesabaran disertasi kemantapan menyelesaikannya.

Sewa rumah atau ngungsi ke tempat Sementara

Karena merehab rumah itu tergolong pekerjaan yang tidak ringan, tapi bisa disiasati maka mengerjakannya perlu dengan perhitungan yang hati-hati dan asalkan tepat. Misalnya untuk memulai pekerjaan rehab, dapat disiasati pemindahan barang-barang seisi rumah terlebih dahulu ke sebuah rumah sewa yang kita sewa dari tetangga kita atau ke tempat lain. Jika saja kita sudah memiliki sebuah rumah atau semisalnya di tempat lain, maka paling tidak kita mengungsi ke rumah itu agar selama pekerjaan rehab berlangsung semua pekerjaan rehab dapat ditangani dengan baik.

Masa Merehab dan Finishing

Masa merehab rumah juga layak kita perhitungkan, agar hasilnya dapat seperti yang diharapkan selama berlangsung rehab rumah. Kita dapat selamat dari kepanasan, selamat dari kedinginan, dan selamat dari terguyurnya hujan jika saja kebetulan musim hujan.

Masa merehab dapat saja berlangsung di musim apapun. Bisa dilakukan di musing hujan atau di musim kemarau. Bagi yang percaya bahwa jika di musim hujan, maka hujan dapat nemperkukuh bangungan yang sudah kita rehab, maka pekerjaan rehab dapat jalan terus sebab di musim hujan semen biasanya agak murah begitu juga besi, sehingga selain batu bata biasanya biasanya agak relatif murah. Jika yang dikehendaki adalah pada musim kemarau maka tidak mengapa juga sebab di musim kemarau batu bata dan pasir bisa saja lebih murah. Masing-masing dari musim dapat membawa mas lahat tersendiri bagi yang membangunnya.

Kapan sebaiknya waktu finishing: merupakan hal yang harus direncanakan dengan baik, sebab bangunan yang memakan waktu panjang tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Banyak sedikitnya waktu memerlukan perencanaan yang tepat, agar kalkulasi pembiayaaan pembangunan dapat dipantau dengan baik.

Akhirnya, pekerjaan merehab bangunan tak terkecuali rumah adalah pekerjaan yang tergolong kreatif. Namun, agar hasilnya sesuai dengan harapan maka sebaiknya diper  hitungkan dengan baik sehingga hasilnya jelas, terjangkau, dan kita tidak rugi dalam membangun rumah idaman kita. Bagaimana kapan akan merehab rumah kita? Sudah waktunya direhab atau hanya menunggu inspirasi bagaimana merehabnya? (Erf)

1223

1,223 thoughts on “Merehab Rumah Sendiri, Dapatkah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *