Perjalanan Ke Belahan Barat Pulau Jawa: Cirebon, Bogor, Jakarta, Pulo Gadung

Pada hari Jum’at pagi, 17 September 2021, kami berempat termasuk supir bergerak menuju ke arah barat dari Jawa Tengah. Mengadakan perjalanan ke Jawa bagian Barat yang sudah lebih dari setahun kami sekeluarga belum mengunjunginya, sehingga kami belum tahu bagaimana perkembangan kota terutama kota Jakarta dari dekat. Dengan disupiri oleh mahasiswa yang cakap dalam dunia usaha, kendaraan innova dapat melaju dengan gesit, cepat, tapi dalam kondisi tenang menujukan diri ke tujuan perjalanan ini. Tujuan pertama ziarah ke Sunan Gunungjati, kedua ke rumah ananda Naily Whildan di Cibinong, dan ketiga ke tempat nanda Nabiel yang beberapa waktu lalu boyong bersama istrinya ke Jakarta.

Berziarah dan Singgah di Rumah Dik Menik
Nadzar berziarah ke Sunan Gunung Jati adalah satu dari tiga Nadzar yang menjadi tujuan kami bepergian ke arah Barat pada bulan September tahun 2021 ini. Nadzar lainnya akan dilakukan beberapa waktu sepulangnya dari menunaikan kunjungan ke belahan barat, yaitu akan diarahlan ke Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga di Demak insya Allah, semoga yang dua nadzar ini segera bisa kami susulkan dalam waktu yang tidak lama dari waktu pertama ini.
Perjalanan dari Semarang yang berangkat seputar pukul 6.30 ternyata sampai di Sunan Gunung Jati Cirebon sekitar pukul 9.30. Waktu Satu satu jam di makbarah dapat dimanfaatkan untuk membaca Surah Yasin dan Tahlil di dua tempat yang berada di puncak tempat ziarah. Yaitu di dekat pintu masuk makam serta di belakang gedong makam dimana kami juga berkesempatan ziarah untuk yang kedua. Setelah, menyempatkan diri mengambil gambar diri dan bersedekah di beberapa tempat, maka kunjungan kami akhiri untuk lalu kami gunakan bagi menyempatkan ke dua tempat, untuk bersilaturahmi kepada famili dan menyempatkan salat Jum’at di Masjid Jami’ dekat rumah Dik Menik, S.H. Sang Noraris itu. Selain menyampaikan bingkisan, seperti banyak dilakukan pada keluarga dewasa ini kami pun pulang diberi bingkisan yang khas diproduk di daerah Cirebon, alhamdulillah.

Ke Nanda Naily dan  Pulau Gadung 
Sepulangnya dari rumah Dik Menik, sepupu dari istri Ny. Lathifah di dekat Rumah Sakit di Kota Cirebon itu, perjalanan kami lanjutkan untuk menuju ke Cibinong. Tepatnya, ke Perumahan Sukahati Permai Cibinong, Kabuparen Bogor, yang bersebelahan dengan perumahan para pegawai Pemkot Kabupaten Bogor, Cibinong. Kami sampai di rumah ananda Naily, yang suasana perjalanan di sana-sini sekarang banyak yang direnovasi, mestinya maghrib sudah sampai, ternyata baru sampai di tempat tujuan sekitar pukul 19.00 malam hari.
Banyak yang kami buat di keluarga ini, selain untuk menebus rasa kangen keluarga, kami sebagai orang tua ingin ikut urun-urun yang ringan dilakukan kepada ananda Naily dan Whildan, suaminya yang selama beberapa bulan yang lalu sempat membeli rumah di belakang rumah yang dihuninya lalu membangunnya dengan cukup bagus. Nah, hal yang masih belum sempat dilengkapi, itulah yang saya selaku orang tua mengisinya, yaitu membelikan sebuah lemari pakaian, sebuah lemari buku, dan sebuah tempat tidur yang berbanjar dua lapis yang ketika kami tanyakan ketika diajak membeli, konon ia disukainya.
Dari perjalanan ke rumah anak kami nomor dua inilah, selalin kami dapat mengunjunginya sambil menyelameti nanda Naily yang berulang tahun (18 September 2021), juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Apartemen yang dihuni nanda Nabiel (untuk waktu sementara) sebelum nantinya ia menempati rumah permanen yang akan di ditempatinya secara sewa dan rumah pribadinya yang sudah dimilikinya setahun yang lalu di Perum Parung Panjang.
Dan pada keesokan harinya, sebelum pulang ke Semarang, kami berkesempatan mampir di rumah Omahnya nanda Whildan yang ada di Bilangan Pulau Gadung sana, yang kami  memang belum pernah berkunjung ke tempat itu pada waktu-waktu sebelumnya.

Ke Apartemen, Kantor PT Geojaya Teknik, dan ke Perum Nasio Indah
Dari rumah di Cibinong perjalanan atau kunjungan ini kami sempatkan untuk singgah di apartemen yang ditempati Nabiel dan Istri, nanda Imel, berbulang madu di Jakarta. Tempatnya sejauh 30 menit perjalanan roda empat menuju kantor nanda Imel, istri Nabiel, dan 45 menit ditempuh menuju kantor Nabiel di Perumahan Bulog itu. Walau malam hari, tempat Nabiel sempat saya kunjungi, agar lebih yakin dengan apa yang sejauh ini sudah ditempati Nabiel dalam mengurusi hal-hal terkait dengan kesibukannya sehari-hari.
Pada waktu itu pun setelah dari kantor nanda Nabiel, kami menujukan perjalanan ke rumah famili, yaitu Mbak Ana Rufaida, sepupu istri, yang ada di belahan perumahan Bumi Nasio Indah Jeruk Jakarta sana. Dari tempat itu, kami lalu pulang lagi ke Cibinong untuk beristirahat malam, sebelum esok harinya, yaitu pukul 10.30 kami pamit dari Cibinong untuk menujukan perjalanan ke Pulau Garung sana.

Akhirnya, di Pulau Gadung inilah di mana banyak Industri didirikan di sini, kami mengakhiri semua perjalanan atau kunjungan keluarga Semarang. Setelah salat zhuhur dan ashar kami tunaikan secara jamak takdim qashar, maka perjalanan pulang ke Semarang, kami lanjutkan dengan melintasi jalan toll Jakarta-Semarang. Kami sempat mampir di Rest Area di Weleri yang disambut dengan hujan sangat besar sebelum kami melanjutkan ke akhir semua ini, dengan sampainya di rumah pada sekitar pukul 19.30 malam hari.  Alhamdulillah, sujud dan syukur hanya kepada-Mu ya Allah, semoga kunjungan ini berkah dan membawa berkah bagi kami sekeluarga dan juga bagi pembaca kisah ini, Amin. (Erfan Subahar).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: