Perjalanan Ke Kabupaten Bogor: Mulai di Cibinong Diakhiri di Parung Panjang

Pada hari Jum’at sore yang lalu sebuah perjalanan di masa pandemi Covid 19 kami lakukan dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Berangkat dalam satu mobil, disupiri oleh orang muda yang masih segar plus banyak pengalaman. Nawaitu kami melakukan silaturahmi keluarga, dengan harapan dalam kondisi apun, tetap teguh kami mohon perlindungan kepada Allah agar kami bisa berjumpa dengan anak yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, satu di Cibinong dan satunya di Parung Panjang. Dua tempat ini ternyata sama ada di wilayah Kabupaten Bogor.

Dinihari di Citeureup

Perjalanannya dimulai dari Semarang. Berangkat Bakda Isyak, sekitar pukul 19,30, Bismillah, menaiki mobil pribadi mengawali di tol Krapyak. Kondisi sekarang sudah berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Jika sejak 16 Maret 2020 jalan-jalan di mana-mana sama sepi, dalam perjalanan kami kali ini sudah terlihat bersuasana rampai. Di pelbagai kawasan yang kami lalui menuju ke arah barat, terlihat kendaraan sudah terlihat memadati jalan-jalan raya. Lebih-lebih ketika kami berjalan bermalam minggu, di kota Cibinong suasananya begitu padat, sehingga sukar kendaraan untuk diparkir di tengah-tengah ruang parkir yang tersedia.

Dari Semarang, kendaraan agak kencang dipacu, sehingga sampai di Cireurup, pintu masuk ke Kota Cibinong, kami merasa sampai lebih cepat dari biasanya. Di jam tangah dan hp, sama menunjukkan pukul 01.00. Kami di jam ini sudah keluar dari tol Citeureup, terus masuk ke Cibinong, menuju rumah nanda Naily – Whildan di Taman Sukahati Permai.

Sehari di Cibinong

Kami memasuki tempat ini alhamdulillah dalam keadaan damai. Jauh dari suasana serem, seperti sedikit dibayangkan sebelumnya. Rombongan dalam perlindungan Allah dari kondisi dinihari ini hingga ke keesokan harinya, hari Ahad.

Ternyata di Perum yang bersebelahan dengan perum pemkot ini kondisinya cukup sejuk. Suasananya aman. Lebih-lebih di rumah yang ditempati nanda Naily bersama suami dan dua anaknya, tergolong tenang dan teduh. Kondisinya dikelilingi oleh sungai, sehingga bersuasana segar dan enak untuk dihuni.

Rombongan berada di dini sejak dinihari di hari Sabtu, sampai dengan hari Ahad pagi.

Pukul 8.30 kami bergerak dari Cibinong menuju Parung Panjang dengan memanfaatkan diantaranya melalui jalan tol. Rombongan saat ini dibagi menjadi dua, satu mobil disupiri nanda Whildan, sedang satunya lagi diantar bersama supir muda Khairul Muttaqin. Biasa dipanggil dengan nama Mas Irul.

Sekalipun melalui banyak lintasan yang diringkas, ternyata dua tempat ini dijalani sekitar tiga jam. Menjelang zhuhur, rombongan sudah sampai di rumah nanda Nabiel.

Mengakhiri di Parung Panjang

Kami dengan dua kendaraan ini sampai di Parung Panjang sudah siang, menjelang saat waktu zhuhur. Suasana Cibinong ternyata berbeda dengan di Parung Panjang. Jika Cibinong suasananya sudah mengkota, di Parung Panjang suasananya masih seperti baru terjamah tangan-tangan yang berkemauan menata kotanya lebih apik. Jalan-jalan di perumahan bisa diguanakan untuk berpapasan. Walaupun tidak semuanya lebar, tetapi umumnya bisa digunakan untuk mobil bolak balik.

Sesuai salat Isyak Jama’ takdim, serombongan sama pamit kepada tuan rumah. Nabiel, sangat senang rupanya dengan kunjungan keluarga yang sudah lama dinanti-nantinya.

Tidak banyak kata-kata yang terucap dari lisannya, namun di wajahnya rona kegembiraan yang meluap-luap tidak bisa ditutupi. Realita itu dibuktikan dengan sukanya dia mondar-mandir membonceng empat keponaannya di atas sepeda motor skopinya itu. Bakda salat, singkat kata, kami sudah sama disiapkan makan malam. Sesudah nyantap, kami SMP (sudah makan pulang), sama minta pamit, dengan menyampaikan pesan-pesan penting dan pendek kepada sahibul bait, Mas Nabiel. Daa… sampai Jumpa (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: