Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub MA Telah Berpulang

Saya beberapa kali berjumpa Prof. Ali Mustafa Yaqub, sebelum yang terakhir mendampingi beliau mengajar mahasiswa program S2. Perjumpaan pertama, adalah ketika saya menjadi mahasiswa program doktor di UIN (dulu masih IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Di situ, asal mula ketika saya masih kos di ruang pasca yang tidak sudah tidak ditempati sebagai ruang kuliah, di sigtu selama satu tahun. Berikutnya, ketika saya mau mengakhiri studi yang sempat kos di Pisangan, yang letaknya hanya beberepa ratus meter dari Pondok Darus Sunnah. Kedua kalinya dan yang sering, adalah ketika di Seminar Nasional Dosen Hadis di Makasar, lalu ketika beliau dan saya diberi tugas sebagai dosen pertama dan kedua berdampingan sebagai tim teaching mengajar Studi Ilmu Hadi di Program Magister S2 STAIN Pekalongan.

 

Sosok Akrab dan Komunikatif

Dari pergaulan terakhir dalam mengajar studi ilmu hadis saya baru tahu persis, bahwa Prof Ali Mustafa Yaqub adalah putera asli Batang, dekat Pekalongan. Beliau bersosok akrab, bisa bergaul dengan pelbagai kalangan mulai dari masyarakat bawah, hingga kalangan istana. Untuk memermudah mengenalkan dan mendalami tentang ilmu yang dikuasainya, dalam mengajarkan ilmu (terutama studi hadis yang ditekuninya), beliau suka mengajar dengan metode ceramah yang dilanjutkan dengan tanya jawab.

Dari tampilannya yang demikian, beliau mudah dikenali sosoknya. ┬áKepada siapapun yang dijumpai, beliau memperlakukannya dengan mudah disapa dan menyapa. Ketika bertemu di Makasar misalnya, beliau ketika bersalaman, langsung menanyakan, “Prof. Erfan masih sering pulang ke Jawa Timur?” demikian tegur beliau, yang menandakan bahwa beliau cukup paham bahwa saya selama ini sudah berada lama di Jawa Tengah.

 

Kuat Pemahaman dan Lancar Bahasa Tulis dan Lisan

Kecintaan beliau dalam studi hadis dan ilmu hadis, terbaca dari pemahaman yang kuat di dalam studi ini. Di setiap kita bertemu, lisan beliau rasanya seperti ingin terus bergerak “bertasbih” dengan ilmunya. Hadis dan pemahaman hadis mendalam, itulah yang seakan terbaca dari sosok beliau.

Dan ternyata Prof Ali Mustafa Yaqub, memiliki kemampuan retorika yang bagus. Selain suka menyamaikan ilmu dengan metode ceramah, beliau sering menulis di majalah dan menyiapkan makalah dengan bahasa yang lancar dan mudah dipaham, sehingga buku-buku yang ditulisnya cukup laris di pasaran.

Mari kita hantar beliau menghadap ke hadirat Allah Swt. Bagi yang belum salat ghaib, silakan melakukannya; sedang bagi yang sudah mari sama berdoa, “Semoga segala amal baik beliau diterima Allah: imannya, Islamnya, aktivitasnya; semoga segala kekhilafan beliau diampuni; dan semoga husnul khatimah.” Amin (Erfan Subahar).

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *