Senin Dinihari, Rombongan Perjalanan Umrah Memasuki Raudhah (3)

Jika pada hari Ahad kita sama pergi untuk berziarah, maka setelah bersistirahat cukup, di waktu malam kita sama ke bersiap untuk menuju Raudhah, suatu miniatur surga, yang sama diinginkan melakukannya bagi segenap penziarah ke Madinah al-Munawwarah.
Raudhah, adalah bagian secuil surga Allah yang menurut sabda Nabi saw diwujudkan sosoknya di dunia sekarang ini. Kalau di Makkah, kita diperkenalkan dengan hajar aswad yang ditempelkan sosok nya di pokok bangunan ka’bah, yang bersebelahan dengan pintu ka’bah, atau yang mengapit apa yang biasa disebut dengan Multazam. Maka di Madinah, Raudhah adalah sosok tempat yang terletak di antara rumah Rasululllah saw dengan mimbar tempat beliau berkhutbah, Maa Baina Baitii wa Minbarii Raudhatun min Riyaadil Jannah ‘antana rumahku dan minbarku [kata Nabi] itulah Raudhah, yang di situ adalah bagian dari taman suraga Allah.’ Fantastis memang tempat ini.
Dan tentu saja rugi kalau kita sudah berada di Masjid Nabawi kok tidak menyempatkan diri memohon sesuatu di Raudhah itu. Begitu pula, tentu juga terasa ada yang kurang, jika sudah ke Raudhah, kita kok tidak menyempatkan diri menyampaikan salam kepada Nabi Muhammad saw, Khalifah Abu Bakar r.a., Khalifah Umar, dan Khalifah Ali r.a., yang kuburnya berada di sekitar Raudhah itu.
Padahal, di situlah peluang memang tersedia untuk bertemu Rasul saw, yang hanya jasadnya yang  sudah tidak kelihatan secara kasat mata, sedangkan ruh dan syafaatnya sama dapat diharapkan oleh kita di kelak kemudian hari.

Waktu yang dinanti-nanti untuk menuju Raudhah, disepakati malam hari. Tepatnya dinihari, setelah pukul 24.30 malam. Jadi harinya tentu sudah masuk hari Senin dinihari.

Maka pada hari Senin dihihari, sekitar 01.30, rombongan Umrah Pemkot Semarang setelah sebelumnya bertemu di ruang lobi Hotel al-Rawadah, yang berdekatan dengan Hotel Hilton di Madinah. Kita sudah berjalan bersama tim umrah, didampingi Ustaz Al-Fatah, salah satu Muthawwif dari CV Fatimah Zahra, berjalan menuju dan memasuki Rawdhah dengan cara tenang, cermat, sama sampai bisa masuk ke Rawdhah secara keseluruhan. Agaknya peristiwa ini adalah suatu yang khas, yang selain dapat diperoleh dengan mematuhi arahan pengelola tempat ini di waktu sekarang, juga karena ada waktu bagi kita untuk sambil memohon perkenan untuk sama dapatnya memasuki tempat yang penting ini. Dan begitu sudah masuk di Rawdhah, tiap-tiap peserta sama dapat berkesempatan menyetting diri sesuai kemampuan sesuai dengan suasana hati masing-masing sejalan dengan kebutuhan individu satu demi satu dari peserta Umrah untuk berada sebegitu dengan dengan Allah dan sekaligus Rasulullah saw.
Alhamdulillah, suasana khas dan unik ini, berhasil dilakukan dan dialami atas pertolongan Allah swt. Subhanallah, bibarakatillah wa bisyafa’ati Rasulillah kita sama dapat merasakan sesuai dengan pen-cerapan masing-masing peserta berkenaan dengan tatacaa memasuki Rawdhah.

Dari perjalanan kegiatan di Madinah ini, kita akhirnya sama pamit dari menunaikan ibadah di Masjid Nabawi, dan sekaligus kepada sang Pembimbing seluruh umat yaitu Nabiyullah saw, khalifah Abu Bakar al-Shiddiq r.a., khalifah Umar bin Khattab r.a., dan khalifah Ali karramallah wajhah r.a. yang makbarahnya ada di dalam Masjid Nabawi ini, di sebelah kirinya Raudhah.

Bersama askar penjaga kelancaran salat 5 waktu 

Juga kemudian, tetap kita beri hormat kepada para asykar, yang juga ikut mengatur jamaah di Masjid Nabawi, untuk pada esok hari Selasa kita akan berangkat umrah menuju Makkah al-Mukarramah. Semoga perjalanan akan lancar, dan ibadah kita diterima Allah dan mabrur, Amin (Erfan Soebahar) 

Leave a Reply

Your email address will not be published.