Syi’ar Hari Raya Idul Adha Tahun 2020/1441 di Semarang

Hari Raya Idul Adha  pada tahun 2020 ini berada dalam posisi hari Jum’at. Penanggalan masehi menunjukkan dengan tanggal 31 Juli 2020, sedang penanggalan hijri seperti kita sama maklum adalah menunjuk ke 10 Dzulhijjah 1441. Walaupun di seluruh dunia berbeda dalam letak dan sudut waktunya tepi ada beberapa titik kesamaan di antara satu negara dengan yang lain. Apa saja titik-titik kesamaannya dalam kaitan dengan hari raya Idul Adha ini?

Sama Mengetahui Realitas Haji

Seluruh dunia, karena hajinya sama ke Haramaian, di tahun 2020 ini sama mengetahui adanya Realitas. Bahwa Allah Swt sedang menguji semua bangsa atau umat di seluruh dunia untuk sama mengetahui problema bersama yaitu, sama menyelamatkan diri dari ujian Allah. Kita diuji dengan serangan wabah yang dialami oleh masyarakat muslim dan non-muslim, dalam menghadapi penyebaran virus korona, yang  lazim disebut dengan Covid 19.

Sama Ingin Sehat dan Selamat

Dengan penyebaran Covid 19 ke pelbagai tempat di seluruh maka semua penduduk dunia berhadapan dengan bidang garapan pengamanan yang sama. Mereka semua sama berupaya menyelamatkan penduduk masing-masing agar sama selamat yaitu bagi yang mengalamai positif covid 19, diupayakan kesembuhannya dari penyakit ini, sebab bila tidak demikian akan meninggal dalam kondisi yang mengenaskan. Harapan hidup sehat, menjadi garapan bersama sekalipun model-model virusnya namanya sama, tentu memiliki cotak berbeda mengingat timbul dan berkembangan dalam siklus dan udara tiap-tiap negara yang berbeda.

Suasana Idul Kurban di Semarang

Mengalami hidup dalam kondisi Covid 19, yang sudah berjalan sekitar empat bulan, masyarakat sama menghadapi problem umum yang nyaris hampir sama. Sama-sama merasa relatif jenuh dengan hidup berada di sekitar rumah masing-masing. Apalagi kondisi aktivitas rumah, dirasakan  pada umumnya sama padat. Orang tua murid saja, yang dulunya sama memikirkan keberhasilan studi anaknya, penangannya tidak sepadat ini. Di tahun ini, mereka dihadapkan kepada realitas baru, yaitu adanya pembelajaran yang menggunakan sistem daring, yang berlangsung dalam dunia maya yang di masa-masa sebelumnya belum pernah terjadi demikian.

Pantas saja, begitu hari raya Idul Adha tiba, penglihatan dan pendengaran kita serasa tercengan dengan kesibukan baru. Aktivitas baru, walaupun ia sebenarnya bukanlah hal baru. Sebuah realitas hari raya Idul Adha. Bukan saja upacara salat Idul Adha yang menarik, yang seakan-akan baru, melainkan berderu-derunya suasana takbir. Berjumpanya seluruh keluarga di lingkungan masing-masing dan keluar rumah dalam waktu yang serempak. Bahkan, yang tidak kalah menarik adalah suasana yang membawa umat Islam begitu senang dibuatnya. Yaitu suasana berkurban, yang menjadi tontonan yang tidak kurang-kurangan mengasikkan, yang bagi umum yang menyaksikan, memiliki harapan mendapatkan jatah bagian daging dari acara yang mengasyikan ini (Erfan Subahar).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: