Ungkapan Hikmiyah Ke-17

161. Menerima bingkisan bisa beragam. Selain uang dan bungkusan hadiah, bisa SK Kenaikan, SK Promosi, Surat Penerimaan Hadiah, atau kunci mobil. Semua itu layak dinikmati dan disikapi dengan bagus; bukalah atau jika baik rayakanlah, atau selamatilah sebagai tanda syukur kita (Erfan S, 24-2-2014).

162. Tidak ada kata terlambat untuk berkembang. Selalu mencoba dalam kebajikan layak terus dilakukan. Buang jauh-jauh stempel bahwa kita ini orang rekoso. Belajarlah pada ahlinya, ikuti lokakarya, seminar, ceramah berbobot. Lalu berbagilah pengalaman bagi hidup kemanusiaan (Erfan S, 25-2-2014).

163. Kecakapan diri layak disumbangkan. Jika kita cakap dan sanggup bergiat di tempat kerja tampakkanlah, hingga suatu waktu kita diberi tugas tambahan. Hiduplah dengan cakap, sumbangkanlah diri secara utuh, hingga nyata manfaat diri dengan kecakapan yang total (Erfan S, 26-2-2014).

164. Banyak cara bahagia melalui investasi. Memberi beasiswa anak miskin dan member-dayakan kegiatan sosial keagamaan adalah cara investasi yang membahagiakan. Jangan berharap terima kasih segera, tapi yakini bahwa kita telah meletakkan perbuatan membahagiakan melalui investasi (Erfan S, 27-2-2014).

165. Jadilah kita bahagia dengan mensyukuri apapun yang diperoleh hari ini, berdamai dengan apa yang berlalu dari hidup ini, karena itulah yang terbaik pada suasana apapun. Jangan mendulang terus emas, itu membosankan. Temukan variasi dalam hidup, hingga diri selalu bahagia (Erfan S, 28-2-2014).

166. Banyak merindukan diaktifkannya pendidikan NU masa lalu, sederhana tapi berkah. Yaitu membayar uang syahriah, perkepalanya Rp 2 ribuan. Jika anggota NU 100 juta-an, maka perbulan meraup 200 milyar. Bisa dibayangkan jika perbulan ditarik empat kali. Bagamana Ustadz Tanfidziyah (1-3-2014).

167. Jika kerinduan di atas sukar dilakukan internal pengurus, maka bisa dibuat kerjasama dengan pemuda kampus atau¬† pesantren, penarik digaji 10 %, 90 %-nya disimpan di Bank Syari’ah. Semoga Tanfidziyah NU, ada yang jadi uswah duluan (Erfan S, 2-3-2014).

168. Ada juga mirip di atas; mengumpulkan ayam warga NU se Indonesia.  Setiap RT ditarik 10 ayam kampung. Hasilnya dipelihara di atas 200-1000 ha tanah, di tiap provinsi dititipi 10 ha tanah dan kandang pemeliharaan. Pemeliharanya siswa miskin terdidik, gratis SPP, dibayar sama dengan PNS plus (Erfan S, 3-3-2014).

169. Ada lagi; memelihara kambing 1.000-10.000 dulu secara profesional. Dimulai di kota atau kabupaten yang siap. Rencanakan pemeliharaan dan penjualan dengan jujur, matang, takwallah. Para ‘Alim dan Tuan Guru, mohon maaf ini ungkapan hikmiah; semoga isinya bermanfaat (Erfan S, 4-3-2014).

170. Yang penting NU di persatuan dan kegiatan kompak. Tidak usah terkenal, jika di kantong organisasi sudah terkumpul dana triliyunan, maka NU bisa mengentas sendiri kemiskinan dan bahkan memberi dana bagi non-muslim yang perlu santunan (Erfan S, 5-3-2014).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *