Mengisi Laporan BKD dan Tugas Khusus Gubes Pada Periode Jan-Juni 2020

Mengisi tugas semesteran berupa laporan tentang BKD dan tugas khusus guru besar merupakan tugas tetap yang harus dijalani sesuai kemampuan. Dengan memanfaatkan waktu yang tersedia, maka tugas menyiapkan tulisan dapat dilaksanakan sampai selesai, hingga beban tugas segera menulis jadi dapatlah ditagani dan beban yang dihadapi lunas karena yang wajib dikerjakan sudah ditangani, diselesaikan.

Waktunya 11 Hari

Masa mengisi laporan BKD (Beban Kinerja Dosen) pada era Covid 19 ini adalah 11 hari. Dalam edaran yang kita terima di situ disebutkan waktunya adalah dari tanggal 15 sampai dengan 26 Juni 2020. Sekalipun mengisinya adalah tugas rutin setiap semester, namun oleh karena agak berjauhan jaraknya dari bulan satu dengan lainnya yaitu sekitar lima setengahan bulan, maka menggarap tugas laporan ini ada juga sulitnya. Kesulitan utamanya adalah kondisi remang-remang tentang bagaimana cara mengisinya dan nyaris lupa, sehingga kita mengisinya harus berperang dengan lupa. Untuk itu, beberapa patokan dalam sub uraian di bawah ini tetap baik kita buat untuk dipegangi dan buat diselesaikan.

Memenuhi Patokan

Format yang diisi untuk BKD adalah empat. Pertama, pendidikan. Semua yang kita kuliahkan pada semester ini baik juga dicek untuk mengisinya. Bisa dipilih, misalnya cukup dipilih minimal lima (5) mata kuliah. Jika masing-masing isinya 2 sks maka nilai kredit pointnya sudah 10 sks.

Dengan kebijakan baru dari Rektorat, untuk mengatasi lupa, di situ kita dapat memanfaatkan RBKD secara lebih serius, sehingga dapat mengatasi suasana lupa tatkala laporan BKD tiba waktunya untuk mesti dibuat. Selain itu, ketika ini dikaitkan dengan penerimaan remonerasi, kita dapat sedikit lega. Kredit poinnya mau dipakai tetap ke remonerasi atau apakah untuk BKD, ternyata kita dapat memilihnya. Jika berpikir positif, maka kita benar-benar diuntungkan dengan kondisi yang disiapkan pematangannya oleh universitas kita.

Buku, Artikel, Seminar

Untuk guru besar, bekerja jangka panjangnya benar-benar ditanang. Karena menulis buku bukan pekerjaan yang bisa didadak. Sejak tahap perencanaan hingga pengumpulan data saja, ia sudah memerlukan kesabaran dalam mengatasi suasana rutin dan kejenuhan. Namun, bika tetap kuat mengelola kesabaran dan kegigihan, maka tugas menulis buku sering bertemu dengan kenyataan.

Jika menulis buku butuh kesabaran menulis dalam jangka panjang, maka menulis artikel terutama jurnal, secara teori sepertinya bisa. Namun, tatkala berhadapan dengan jurnal mana yang akan memuatnya, maka di sini tugas jelimet yang menantang kesabaran perlu dicoba. Keprigelan menyiasati kadang sangat dituntut bagi tugas ini. Jika menulisnya bisa disiasati dengan sebulan jadi. Namun, sampai dengan pemuatan tulisan, tentu akan sangat bervariasai. Tantangannya, perlu dihadapi dengan kearifan dan kesabaran yang tinggi.

Menebar gagasan adalah tugas guru besar juga. Menjadi narasumber adalah tantangan utamanya. Di forum mana: loka, regional, atau nasional atau internasional adalah tetap tantangan yang layak dipikirkan dengan matang, sampai suatu karya dan penyajiannya dalam betuk presentasi selesai dilakukan.

Ya, itu tugas yang tetap mesti dicoba agar realisasinya menjadi kenyataan dan masalah yang didesain akhirnya dapat diselesaikan (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: