Menghadirkan Gus Muwaffiq: Sang Kiai Dari Yogyakarta (2)
Lanjutan dari Ceramah Ke-1: Begitu bukanya cuil, di sini namanya menir, di sana masih ruz, rice. Begitu dimasak, di sini sudah dinamai sego , nasi, di sana masih ruz, rice. Begitu diambil cicak satu, disi ni namanya upa, di sana namanya masih ruz, rice. Begitu dibungkus daun pisang, di sini namanya lontong, sana masih ruz, rice. Begitu dibungkus janur kuning […]
