Beliau Diwafatkan Allah Swt Dalam Usia Panjang (2)

Apa saja kebiasaan kebiasaan baik yang dilakukan oleh para beliau yang usianya sama panjang itu?

Di samping beliau itu berasal dari keluarga yang berusia panjang, yaitu keturunan Kiai Muchtar beserta Ibu yang sama wafat di dalam usia yang panjang, ada kebiasaan-kebiasaan harian yang dapat memberi inspirasi bagi kita supaya hidup ini dapat mereguk usia yang panjang.

Beberapa kebiasaan berikut ini dapat dilihat semacam tips bagaimana beliau dapat membawa diri ke arah hidup hingga berusia panjang:

Pertama, suka bersilaturahm dan berteman akrab. Pada kehidupan beliau yang diangkat kisahnya di rubrik ini, saya menemukan bahwa beliau sama menyukai hidup berkawan akrab dan bersilaturahmi. Bahkan keakraban beliau dengan sesama, itu nyaris seperti menjadikan mereka yang dikenalnya itu sebagai sahabat sejati yang menjadikanya teman terus bersambung sampai di usia yang sama-sama lanjut, dengan tetap dapat bergaul yang nyaman. Kondisinya senantiasa berlangsung dalam suasana saling hormat dan saling akrab, tampak dalam pergaulan yang terus beliau tempuh di dalam kehidupan.

Kedua, selalu peduli merawat kesihatan. Tentang kesihatan diri dan keluarga, nyata beliau sama-sama memperhatikan kesihatannya. Misalnya, dengan suka salat berjamaah dengan berjalan kaki menuju mushalla atau masjid. Juga suka ngunjuk pil vitamnin: apakah vitamin A, atau vitamin B, atau vitamin C yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Ketiga, suka meninggalkan jejak bagi kehidupan. Pada tokoh yang usianya sama panjang itu, ternyata suka membuat sesuatu yang mudah dikenang. Ada yang punya kenangan berupa masholla untuk digunakan salat dan tempat ngaji, seperti dilakukan oleh Bapak Abdul Gani. Bahkan, selain memiliki mushalla, beliau masih berjalan 300 meter setiap hari untuk merawat masjid dan jamaah hingga di akhir hayatnya. Pak Abdul Kadir, membangun Kantor Kemenag Banyuwangi di Masa Menjadi Kepala Kemenag. Sementara Pakde Husein, membangun pusat kebugaran bagi para lansia di Perumahannya di Sidoarjo, dan berceramah di pelbagai kalangan tentang bagaimana menjaga diri sehingga sehat dan sejahtera.

Keempat, merawat rumah tangga sejahtera dan bahagia. Semua beliau, ternyata bukan hanya suka berteori. Dalam menjalani kehidupan beliau sama-sama suka memperhatikan bagaimana pribadinya bisa hidup sejahtera dan berbahagia bersama keluarga. Selain menjaga pola makan jasmani dan rohani keluarga, beliau sama dapat merawat diri dan keluarga dengan pola makanan yang halal dan baik [thayyiba], benar-benar dijaga sehingga membawa hidup nikmat dan menyehatkan dari waktu ke waktu.

Demikian, semoga uraian ini bermanfaat adanya, Amin (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *