Drs H Ahmad Taufiq MAg: Pak Taufiq Berpulang di RS UNS Solo

Adinda Haji Ahmad Taufiq menjelang tutup tahun 2020 dipanggil pulang Allah Swt, meninggal dunia. Waktu tepatnya adalah hari Ahad, 27 Desember 2017, sore hari, waktu tepatnya belum terlacak infonya. Dikebumikan secara Islami oleh Tim dari rumah sakit UNS menurut penuturan Dik M Zaenuri, pada sekitar pukul 2.30 dinihari. Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raajiuun.

Adik Istri: Hj Lathifah

Ahmad Taufiq adalah nama lengkap adik ipar penulis website ini. Ia putera ketiga dari Ayahanda (Mertua) Haji Mohammad Bahnan dalam perkawinannya dengan Ibunda (Mertua) Hj Munifah. Dilahirkan di Kota Kudus, tahun 1957. Saudari kami yang pertama adalah Mbak Wardati, sudah meninggal tiga tahun sebelumnya. Kakak di atasnya adalah Hj Lathifah, istri saya. Sementara adik ipar bungnya adalah Hj Muhammad Zainuri, M.Si.

Kabar Sakitnya Singkat

Tidak jauh terdengar kabar sakitnya, terutama sakit yang terakhir ini. Sekitar dalam hitungan empat hari didengar beredar di kalangan keluarga. Namun, begitu di statusnya dia menulis doa Nabi saw, ada yang terasa menyentak dari doanya itu. yaitu: Allahumma Ahyinii Maa Kaanatil Hayaatu Khairan Lii, wa Tawaffanii Maa Kaanatil Khayaatu Khairan Lii (Wahai Tuhanku, hidupkankanlah aku sekiranya hidup itu lebih baik bagiku, namun wafatkanlah aku sekiranya wafat itu lebih baik bagiku). Doa yang disampaikan dalam statusnya itu begitu mengejutkan. Terkesan di situ ada unsur pamit dari kehidupan bersama selama berada di dunia ini.

Dan dalam kenyataan, ternyata hal itu adalah tidak jauh dari perhitungan bersama.
Allah Swt yang Maha Memiliki Semua ini, agaknya sudah mencukupkan dinda Taufiq berada di dunia ini dalam hitungan hari dari sakitnya yang terakhir ini. Dari sakitnya yang dibawa cukup lama — stroke — hingga dia sudah dapat menunaikan ibadah haji bersama istri, sudah cukup memaklumkan kita, apa yang Allah Swt kehendaki untuknya. Kami semua, pasrah kepada semua Ketentuan Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim dengan semua Keputusannya. Innaa Lillah, wa Innaa Ilaihi Raajiuun Dinda Taufiq, yang dosen filologi di UNS Solo itu, berpulang dengan meninggalkan istri dan tiga orang anak laki-laki (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: