Trampil Dalam Lingkungan: dengan Kendaraan Roda Dua

Sebelum nanda Nora sekeluarga resmi pindah ke rumah baru yang sudah dibuat bersama, keluarga berpikir tentang kendaraan roda dua buat ortu. Ibunya dan anak-anak sama berdiskusi. Mereka berembuk: baiknya kendaraan apakah yang mesti dimiliki sang ayah, jika nanti semua anaknya sudah sama mandiri dengan keluarga masing-masing, tidak lagi serumah dengan orang tua. Jika mereka dahulu sudah sama ortu belikan kendaraan roda dua untuk bekal hidup berumah tangga dan bekerja, maka begitu giliran ortu yang akan ditinggalkan. Mereka sekarang yang ganti sama memikirkan kendaraan yang sebaiknya digunakan di sekitar masyarakat di samping kendaraan ke kantor dan tugas lain yang sudah dimilikinya, terutama untuk sang Ayah, agar selain bisa sendiri maka suatu waktu juga bisa mengajak ibunya naik roda dua yang hanya sang ayah yang bisa mengendarainya. Ibunya sudah memilih cukup dibonceng, agar tidak mikir mengendarari sendiri.

Honda Vario 125

Dari rembuk yang sama disampaikan, mereka sama menawarkan ide. Apakah kendaraan yang baik dimiliki oleh Ayah dan Ibunya, yang menawarkan kendaraan yang baik diambil oleh ayahnya. Dari Honda Vario 150, kendaraan roa dua listrik, atau sepeda listrik, dan lain-lain. Saya memilih yang tidak berat buat disangga oleh badan saya yang sudah berusia di atas enam puluh.

Dari pertimbangan yang diusulkan, akhirnya saya coba untuk mengambil Vario 125 CC. Pada pada hari Rabu siang itu, saya bersama Ibunya pergi ke PT Astra Honda Motor di Jalan Siliwangi untuk mengambil kendaraan roda dua itu. Dengan harga duapuluhan lebih sedikit, alian dua puluh juta tiga ratus sembilan puluh rupiah, maka kendaraan dimaksud sudah dapat saya terima keesokan harinya, yaitu hari Kamis Malam setelah maghrib dengan selamat. Semoga kendaraan itu membawa lancarnya kerja dari tugas lingkungan, sukses dan selamat dunia akhirat, Amin (Erfan Subahar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *