Syukur atas Terbitnya Biografi 70 Tahun: Sebuah Amanah yang Ditunaikan
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Segala puji hanya milik Allah SWT. Atas limpahan rahmat, karunia, kesehatan, dan kesempatan dari-Nya, Seminar dan Launching Buku “Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif” akhirnya dapat terselenggara dengan baik pada Senin, 6 Juli 2026, di Ruang Teater Gedung KH. Sholeh Darat, Kampus III UIN Walisongo Semarang.
Bagi saya pribadi, penerbitan buku ini bukanlah sebuah perayaan atas diri seseorang, melainkan sebuah momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang pengabdian kepada ilmu, pendidikan, dakwah, dan umat. Selama kurang lebih tujuh dekade kehidupan, Allah SWT telah mempertemukan saya dengan begitu banyak guru, sahabat, murid, keluarga, dan masyarakat yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidup ini.
Acara peluncuran buku tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, sekaligus sarat makna akademik. Hadir para pimpinan UIN Walisongo, para guru besar, ulama, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, akademisi, mahasiswa, keluarga besar, sahabat, dan berbagai unsur masyarakat yang memberikan penghormatan sekaligus doa terbaik bagi keberlanjutan pengabdian di masa mendatang.
Berbagai media massa, media daring, serta kanal informasi lembaga memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan tersebut. Berita mengenai seminar, bedah buku, hingga peluncuran biografi dimuat secara luas oleh media nasional, regional, maupun media resmi kampus. Hal ini menunjukkan bahwa semangat literasi, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, dan keteladanan seorang pendidik masih mendapatkan tempat yang baik di tengah masyarakat.
Saya sangat tersentuh oleh berbagai pandangan yang disampaikan para tokoh dalam kesempatan tersebut. Di antaranya, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mengajak generasi muda untuk menjadikan ulama dan akademisi sebagai teladan dalam menuntut ilmu dan mengabdi kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan sosok yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan dalam kehidupan nyata.
Demikian pula Rektor UIN Walisongo Semarang menegaskan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar memperingati usia tujuh puluh tahun, tetapi menjadi refleksi atas perjalanan seorang ulama-intelektual yang memadukan kedalaman keilmuan Islam dengan pendekatan akademik yang modern, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hadis, moderasi beragama, dan kemajuan perguruan tinggi Islam.
Semua apresiasi tersebut saya terima bukan sebagai pujian yang layak dibanggakan, melainkan sebagai amanah yang semakin berat. Saya menyadari sepenuhnya bahwa setiap perjalanan kehidupan memiliki kekurangan, keterbatasan, dan kekhilafan. Oleh sebab itu, apabila masih ada manfaat yang dapat dirasakan dari perjalanan ini, semuanya merupakan karunia Allah SWT, hasil didikan para guru, doa kedua orang tua, dukungan keluarga, bimbingan para kiai, serta kerja sama begitu banyak sahabat dan murid yang selama ini membersamai langkah pengabdian.
Saya juga berharap buku biografi ini tidak berhenti sebagai dokumentasi sejarah pribadi. Lebih dari itu, semoga ia menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, para mahasiswa, dosen, peneliti, dai, dan siapa pun yang sedang meniti jalan ilmu. Mudah-mudahan buku ini mengingatkan kita bahwa ilmu akan memperoleh kemuliaannya apabila disertai keikhlasan, akhlak, kerja keras, dan pengabdian yang terus-menerus kepada masyarakat.
Perjalanan hidup seseorang pada akhirnya bukan diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diemban ataupun penghargaan yang diterima, melainkan dari sejauh mana ilmu yang dimiliki dapat menghadirkan manfaat yang terus mengalir. Sebab, sebagaimana diajarkan para ulama, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.
Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan sehingga Seminar dan Launching Buku Biografi 70 Tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
Terima kasih saya sampaikan kepada pimpinan dan sivitas akademika UIN Walisongo Semarang, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang, BAZNAS Kota Semarang, panitia pelaksana, tim penyusun buku, para editor, para penulis testimoni, para narasumber, para tamu undangan, seluruh media massa yang telah memberitakan kegiatan ini secara luas, para sahabat, murid, keluarga besar, serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu.
Ucapan terima kasih yang paling dalam saya persembahkan kepada istri tercinta, anak-anak, menantu, cucu, keluarga besar, para guru, para kiai, dan seluruh sahabat seperjuangan yang selama ini menjadi sumber kekuatan, doa, dan semangat dalam menapaki jalan pengabdian.
Semoga Allah SWT menerima setiap amal baik kita, membalas segala bantuan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan kesehatan, keberkahan usia, keluasan ilmu, serta menjadikan buku biografi ini sebagai amal jariyah yang terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan generasi yang akan datang, Amin (Erfan Subahar).
