Menyaksikan Debat Capres Kedua 2014

Menyaksikan debat capres pada tahap kedua hari Ahad (15/6-14) ini tampak lebih menukit. Suasananya kita seperti diajak merantau menembus hingga masa empat tahun ke depan. Sebab, yang berbicara kali ini bukan lagi berempat (capres dan cawapres), tetapi seakan hanya capres berdua yang lalu didatangi moderator mendampingi agar debat lebih tampak seru. Suasana ini sungguh menginspirasi para penonton, terutama dari kalangan yang terdidik. Bagi kalangan umum, mungkin mereka seperti menyaksikan tinju kelas berat.

Suasana perdebatan tampak tajam. Sudah masuk ke persoalan yang lebih berat mene- mukan jawabnya, sehingga betapapun diatur suasananya oleh moderator, kondirinya tetap tidak ringan. Malah,moderator sendiri juga kelihat terbawa juga ke berpikir sedikit lebih berat. Maka betapa terkesimanya moderator, terutama ketika H. Prabowo setuju dengan konsep ekonomi kreatifnya H. Jokowi, yang atas persetujuannya itu H. Prabowo mengukuhkannya dengan Japa-japi, jabat tangan dan jabat pipi. Kita sama dibawa terharu, karena sejauh ini rakyat tidak pernah menyaksikan suasana debat pimpinan yang begitu bersahabat.

Suguhan Janji-janji

Debat tidak akan memuaskan sebelum memaparkam janji-janji. Selama perdebatan, beberapa janji capres telah kita saksikan, janji dari sudut ekonomi misalnya (Suara Merdeka, 2014):

1- H Prabowo, berupaya mencegah kebocoran kekayaan negara, sedang H. Jokowi, berjanji membangun sumberdaya manusia yang lebih baik;

2- H Prabowo, mengutamakan program ekonomi kerakyatan, sedang H. Ir Jokowo, berjanji akan menjunjung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi di atas 7%.

3- H. Prabowo, pembangunan lahan pertanian merupakan kunci pengentasan kemis kinan dan pengangguran di Indonesia yang terus meningkat. Sedang Ir Jokowi, pembangunan pasar tradisional dan ruang-ruang untuk pedagang kaki lima telah dibuktikannya.

Bidang Kesejahteraan Sosial

Dalam bidang kesejahteraan sosial, dua janji dapat dibaca dari daftar janji capres:

1- H. Prabowo, berjanji membangun sejumlah infrastruktur, seperti jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bank pertanian, dan lembaga tabung haji. Sedang Ir. Jokowi, menyiapkan perlunya revolusi mental, kesihatan, dan pendidikan yang lebih terjamin, dengan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

2- H. Prabowo mengatakan, menargetkan pendapatan masyarakat rata-rata meningkat 2,5 kali lipat dari sekarang menjadi 6 juta perbulan pada penghujung pemerintahannya, sedang H. Jakowi mengatakan, dengan pembangunan manusia seperti itu, Indonesia punya SDM yang produktif.

Akhirnya Debat Capres Ke-2 yang dimoderatori olej Prof Ahmad Erani Yustika, dosen Universitas Brawijaya Malang itu, ditutup dengan saling bersalaman Capres lengkap masing-masing dengan Cawapresnya. Kita layak berterima kasih atas terselenggaranya forum debat yang berisi ini, yang masih akan diikuti oleh putaran ke-3 yang akan datang (Erfan S).

Leave a Reply

Your email address will not be published.