Menjenguk Keluarga di Cibinong serta Depok Menaiki Bus Nusantara

Perjalanan menaiki kendaraan ke Arah barat Pulau Jawa kami lakukan menjelang pertengahan bulan Desember 2021. Waktu tepatnya kami lakukan pada hari Kamis Malam hingga Ahad Malam, 9-12 Desember 2021. Berangkat dari rumah pada malam Jum’at setelah maghrib dan sampai di Citereup Cibinong menjelang subuh waktu setempat. Keseluruhan perjalanan kami pulang pergi berakhir pada hari Senin dinihari yang sampai di Semarang pada pukul 3.00 dinihari.

Menuju Cibinong
Entah apa saja yang mendorong kami akhirnya melakukan perjalanan agak jauh menjelang akhir tahun 2021 ini. Yang jelas, bahwa kami mengalami kondisi benar-benar larut dalam pengabdian yang menguras kemampuan baik fisik maupun psikhis. Pertama, mengatasi tumpukan data kewajiban diri untuk naik golongan karir yang sempat tertunda di tahun 2014, baru kondisi ini dapat diatasi dengan tenaga yang multi berat di usia kepala enam, yang sudah tidak muda lagi ini. Kedua, menangani perkuliahan online yang ternyata juga menguras kemampuan; di S1 menangani tiga kelompok, hadis tematik PAI 3C satu kelompok dan ilmu hadis PAI ID dan PAI IE dua kelompok, mengajar S2 di FITK PAI satu kelompok, S2 MPI satu kelompok, dan S2 di IAIN Pekalongan tiga kelompok. Setelah semuanya ditangani, maka mungkin atas pertimbangan inilah maka kami anggap layak untuk mengambil waktu untuk beristirahat dengan melakukan kunjungan.
Namun, ada yang juga tidak kalah beratnya sebenarnya yaitu membimbing online Skripsi empat mahasiswa dan Disertasi lima bimbingan yang sudah dikejar didline bagi mengambil untuk segera diputuskan bisa tidaknya yang berlaku sejak bulan April hingga akhir Desember 2021 ini.
Pertimbangan mendahulukan kunjungan ke Cibinong, selain karena di daerah ini adalah rumah anak kami yang lebih tua, di Cibinong juga anak sudah memiliki keturunan yang menantang Eyang Akung dan Utinya menemui sang cucu, yang kini sudah dua orang itu. Di samping itu, kami perlu tahu hasil pembangunan rumah baru yang baru saja diambil oleh keluarga Naily Whildan di Perumahan yakni belakang rumah yang telah dibelinya.

Melanjutkan ke Depok
Dengan mengunjungi perumahan di Cibinong lebih dulu, maka dari situ banyak hal yang menjadi lancarnya perjalanan kami kami yang tanpa membawa mobil sendiri. Karena keluarga Cibingong sudah memiliki kendaraan roda empat, yang sering dipergunakan mondar mandir ketika melakukan perjalanan jauh Cibinong Kediri, atau perjalanan Cibinong Semarang. Dan ternyata anak menantu kami cukup piawai dalam membawakan kendaraan yang disupirinya sendiri sekalipun menempuh perjalanan berjarak jauh.
Dalam kenyataan dalam menempuh jarak perjalanan, kalau ketika ke Cibinong, kami dalam keadaan lancar-lancar saja. Lambatnya hanya sewaktu akan berangkat, karena ada kemacetan perbaikan jalan antara Demak ke Kudus, maka tatkala mau perjalanan ke Depok, ke pelbagai tempat perjalanannya hampir semuanya macet, sedangkan jalan-jalanannya pada umumnya kurang longgar untuk dilalui.
Ternyata selama berada di Depog perjalanan hanya bisa dilakukan ke rumah anak ragil saja, atau hanya dapat dilakukan ke Bilangan Taman Firdaus, tidak dilanjutkan ke rumah Parung dimana di situ pernah kami tujukan dalam perjalanan kedua yang lalu masih dalam kondisi Pandemi Covid 19.

Akhirnya, hingga di sini dulu kisah perjalanan ini dapat dipaparkan di catatan perjalanan ini. Pada lain kesempatan insya Allah, disempurnakan lagi. Semoga bermanfaat (Erfan Subahar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.